BLORA, beritajateng.tv – Musim kemarau yang melanda Blora, Jawa Tengah, ternyata membuat sejumlah petani di daerah tersebut lebih memilih untuk menanam tembakau daripada tanaman lainnya.
Hal ini karena tembakau lebih tahan terhadap kekeringan dan harga jualnya yang menjanjikan.
Salah satu petani tembakau, Bayaki dari Desa Puledagel, Kecamatan Jepon, mengungkapkan bahwa ia sudah menanam tembakau sejak tahun 2017.
BACA JUGA: Tingkatkan Hasil Pertanian, Kementan Ajak Petani Grobogan Jawa Tengah Pakai Benih Padi Bersertifikat
Menurutnya, penanaman tembakau lebih cocok di musim kemarau karena tidak membutuhkan banyak udara. Selain itu, hama yang menyerang juga tidak memisahkan tanaman pangan lainnya seperti padi dan jagung.
“Tembakau tahan panas, hampir tidak ada hama, dan harga jualnya tiga kali lipat daripada tanaman pangan,” ujar Bayaki pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Rosalia Diah Erawati, Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Peternakan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, mengatakan bahwa jumlah lahan petani tembakau tahun ini meningkat.
Pada tahun 2023 tercatat ada 800 hektar lahan yang ditanami tembakau, dan akan meningkat menjadi 2.000 hektar pada tahun ini.
“Menjelang musim kemarau panjang, banyak petani yang beralih untuk menanam komoditas tembakau,” jelasnya.
Pihaknya berharap harga tembakau tetap stabil dan bagus agar para petani dapat menikmati hasil panennya di musim kemarau ini. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





