Jateng

Nilai TKA Tertinggi Masuk SMAN 1 Semarang Tembus 93, Piagam Tinggi Tak Jamin Lolos Jalur Prestasi

×

Nilai TKA Tertinggi Masuk SMAN 1 Semarang Tembus 93, Piagam Tinggi Tak Jamin Lolos Jalur Prestasi

Sebarkan artikel ini
spmb sman 1 semarang
Ketua SPMB SMAN 1 Semarang Budi Handoyo saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan daftar ulang SPMB di kompleks SMAN 1 Semarang, Senin, 22 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu faktor yang paling menentukan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027.

SMAN 1 Semarang bahkan mencatat nilai TKA tertinggi calon murid mencapai angka 93. Angka tersebut menunjukkan besarnya pengaruh TKA dalam persaingan jalur prestasi tahun ini.

Ketua SPMB SMAN 1 Semarang Budi Handoyo menyebut TKA memiliki bobot 50 persen dalam perhitungan nilai jalur prestasi. Sementara 50 persen lainnya berasal dari rata-rata nilai rapor semester satu hingga semester lima. Hal itu Budi ungkap saat beritajateng.tv jumpai di kompleks SMAN 1 Semarang, Senin, 22 Juni 2026.

“Jadi memang itu [TKA] menjadi penting, karena memang TKA bobotnya 50 persen. Sehingga rapornya semester 1 sampai semester 5 itu hanya 50 persen ditambah 50 persen dari TKA yang hanya dua mapel, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika,” ujar Budi.

BACA JUGA: Cara Unik SMAN 1 Semarang Rayakan Hari Kartini: Siswi Kuasai Karawitan, Patahkan Stereotip

Menurut Budi, persaingan jalur prestasi di SMAN 1 Semarang berlangsung sangat ketat lantaran hampir seluruh peserta memiliki rekam jejak prestasi yang baik.

“Hampir semua prestasi sih banyak ya. Dari tahun ke tahun SMANSA selalu banyak prestasinya sehingga memang bersaing. TKA menjadi salah satu penentu yang cukup dominan sekarang,” imbuh Budi.

Piagam Juara Tak Lagi jadi Penentu Utama

Budi mengakui banyak orang tua maupun calon murid mempertanyakan hasil seleksi jalur prestasi tahun ini. Sebagian peserta memiliki piagam kejuaraan tingkat kabupaten hingga provinsi, namun tetap gagal menembus sekolah tujuan.

Menurutnya, kondisi tersebut muncul karena sistem memberikan porsi yang sangat besar terhadap nilai TKA. Akibatnya, kata Budi, piagam kejuaraan tidak lagi mampu menjadi faktor utama penentu kelulusan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dari yang kemarin tertinggi [nilai TKA] 93, jadi artinya memang TKA-nya kalau enggak kuat ya memang berat. Sekarang piagamnya tinggi tapi kalau TKA-nya rendah ya memang enggak bisa ngangkat, karena [bobot TKA] 50 persen sendiri, sehingga itu menjadi bagian penentu,” tutur Budi.

Ia menjelaskan, sistem menghitung nilai rapor dengan bobot 50 persen dan nilai TKA dengan bobot 50 persen. Setelah itu, sistem baru menambahkan nilai dari piagam kejuaraan maupun prestasi organisasi.

“Jadi 50 persen nilai rapor dan 50 persen nilai TKA itu baru ditambahkan dengan piagam. Sehingga istilahnya game changer ya TKA itu pada tahun ini. Dua mapel sampai menentukan banget,” ungkapnya.

Dalam hematnya, nilai TKA yang tinggi mampu mengangkat posisi calon murid dalam persaingan jalur prestasi.

“Sehingga memang itu jadi ketika kualitasnya, anak TKA-nya bagus ya dengan sendirinya dia akan terangkat,” lanjut Budi.

SMAN 1 Semarang Catat 692 Pendaftar

Selain mencatat persaingan ketat pada jalur prestasi, SMAN 1 Semarang juga menerima jumlah pendaftar yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Budi mengatakan sebanyak 692 calon murid menjalani proses verifikasi berkas di sekolah tersebut selama tahapan SPMB berlangsung. Jumlah tersebut melampaui angka tahun lalu yang berada di kisaran 500 pendaftar.

“Kemarin yang melakukan verifikasi di sini mencapai 692 anak, meningkat. Tahun lalu hanya berkisar 500 pendaftar, sekarang mencapai 692. Jadi lumayan meningkat tajam,” kata Budi.

Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar turut dipengaruhi kapasitas pelayanan sekolah yang mampu menampung banyak calon murid saat proses verifikasi berlangsung.

“Kemarin situasinya agak penuh karena kebetulan kita membuka pelayanan di aula yang besar, sehingga calon murid baru melihat kita masih mampu menampung pendaftar, dan akhirnya yang datang jauh lebih banyak,” terangnya.

Rebut 432 Kursi dari Empat Jalur Penerimaan

Meski jumlah pendaftar meningkat, SMAN 1 Semarang tetap menyediakan kuota yang sama seperti tahun sebelumnya. Sekolah tersebut membuka 12 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 36 siswa sehingga total kuota mencapai 432 siswa.

Calon murid memperebutkan kuota tersebut melalui empat jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

“Kuota kami 432 siswa. Kami membuka jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi,” katanya.

Budi menambahkan komposisi penerimaan tahun ini sedikit berbeda karena jalur afirmasi menampung lebih banyak peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu afirmasinya tidak banyak sehingga domisili prestasinya banyak. Tapi kalau tahun ini domisili prestasinya hanya sedikit karena dari afirmasinya sudah terpenuhi semua,” jelasnya.

Pada hari pertama daftar ulang, SMAN 1 Semarang menjalankan seluruh tahapan tanpa kendala berarti.

BACA JUGA: Jembatani Diplomasi Budaya, SMAN 1 Semarang Sambut Siswa Italia Lewat Program Pertukaran Pelajar

Budi menyebut sekolah berhasil menjalankan proses mulai dari pembuatan akun, verifikasi berkas, pengumuman hasil seleksi, hingga daftar ulang sesuai jadwal.

Ia berharap seluruh calon murid yang lolos seleksi segera menyelesaikan proses daftar ulang sesuai jadwal sehingga tahapan SPMB berikutnya dapat berjalan lancar.

“Alhamdulillah di SMAN 1 Semarang mulai dari awal pembuatan akun, verifikasi, pengumuman, hingga hari ini daftar ulang, semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp