SEMARANG, beritajateng.tv – Pembangunan Pakuwon Mall Semarang mulai membuka harapan baru bagi masyarakat Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik. Bukan hanya soal pusat perbelanjaan baru, proyek tersebut diproyeksikan ikut menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan usaha warga sekitar.
Komitmen itu terlihat dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Pakuwon Mall Semarang yang membagikan 750 paket sembako kepada warga RW 05 dan RW 06 Kelurahan Tinjomoyo.
Kegiatan bertema “Berbagi untuk Sesama – Menjalin Silaturahmi dalam Kebersamaan” tersebut berlangsung di Kantor Project Pakuwon Mall Semarang, Jalan Gombel Lama, Semarang.
Paket yang diberikan berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan mi instan. Kegiatan itu dihadiri Camat Banyumanik Sri Martini, Lurah Tinjomoyo Suratmin, Ketua LPMK, pengurus RW dan RT, serta warga sekitar.
Head of HR Pakuwon Group, Iful Novianto, mengatakan pembagian sembako menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar proyek.
Namun, menurutnya, CSR Pakuwon tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok. Perusahaan juga mulai mendorong program yang memiliki dampak jangka panjang bagi warga.
“Kami hadir hari ini bukan hanya untuk berbagi 750 paket sembako, tetapi yang lebih penting adalah untuk menjalin silaturahmi dan membangun hubungan yang semakin dekat dan hangat dengan masyarakat sekitar. Kami berharap perusahaan dan masyarakat dapat terus berjalan dan tumbuh bersama,” ujar Iful.
Ia mengatakan, program CSR di Semarang sudah dilakukan beberapa kali. Selain pembagian sembako, perusahaan juga menjalankan kegiatan lain seperti perbaikan jalan di lingkungan masyarakat.
Ke depan, Pakuwon ingin memperbesar porsi program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan mendorong warga mempersiapkan usaha yang dapat menunjang aktivitas pembangunan.
“Untuk saat ini kita memang mendorong program-program yang sifatnya pemberdayaan. Jadi istilahnya yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Menurut Iful, warga sekitar dapat mulai memanfaatkan peluang yang muncul dari pembangunan proyek. Ibu-ibu dapat menyiapkan usaha katering, sementara warga yang memiliki lahan bisa mengembangkan usaha kos-kosan.
“Misalkan bersama-sama dengan masyarakat untuk memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar sini. Ibu-ibu PKK catering-nya mulai disiapin. Bapak-bapak kos-kosannya sudah mulai disiapin,” ujarnya.
Peluang tersebut semakin terbuka karena pembangunan Pakuwon Mall Semarang diperkirakan membutuhkan ribuan tenaga kerja.
Saat ini proyek masih berada dalam tahap pematangan lahan. Namun, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan meningkat ketika memasuki tahap konstruksi utama pada awal 2027.
“Untuk pekerjaan proyek yang nanti mungkin akan di awal-awal tahun 2027 itu kurang lebih sekitar 2.000 sampai 3.000 potensinya,” jelas Iful.
BACA JUGA: Alasan Pakuwon Group Pilih Gombel Lama untuk Proyek Superblock Senilai Rp9 Triliun
Pakuwon, lanjut dia, akan mengoptimalkan peluang tersebut bagi masyarakat sekitar, termasuk warga Tinjomoyo dan Kecamatan Banyumanik.
Warga yang memiliki keterampilan konstruksi dapat mengikuti kebutuhan tenaga kerja sesuai keahlian. Sementara bagi masyarakat tanpa keahlian khusus, terdapat sejumlah pekerjaan pendukung yang dapat disiapkan.
“Kalau mereka memang memiliki spesial skill untuk di konstruksi, ya monggo. Tapi kalau yang nonskill, kita akan upayakan untuk bisa masuk di beberapa pekerjaan yang memang nonskill,” katanya.
Pekerjaan tersebut antara lain berkaitan dengan landscape, kebersihan lingkungan, hingga petugas pengatur lalu lintas proyek atau flagman.
Setelah beroperasi, Pakuwon Mall Semarang juga diproyeksikan membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Proyek yang dibangun di atas lahan sekitar 18,2 hektare itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
Perusahaan memperkirakan sekitar 10.000 tenaga kerja dapat terserap secara langsung maupun tidak langsung ketika mall beroperasi. Peluang tersebut juga diharapkan menciptakan efek berantai bagi usaha masyarakat.
Mulai dari warung, kos-kosan, jasa transportasi, parkir, hingga usaha kecil lainnya berpotensi berkembang mengikuti aktivitas kawasan.
Iful menegaskan, keberadaan Pakuwon Mall Semarang tidak ingin hanya menghasilkan pusat perdagangan. Perusahaan ingin pertumbuhan proyek berjalan beriringan dengan perkembangan masyarakat sekitar.
“Ketika Mall ini tumbuh, kami berharap akan ada ekosistem ekonomi baru yang ikut tumbuh di sekitar kita. Bagi kami, perusahaan berkembang tentu harus berjalan seiring dengan kesempatan masyarakat untuk berkembang dan merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” katanya.
Perbaikan Rumah Warga Telah Berjalan
Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Tinjomoyo, Heru Supriatna, berharap hubungan antara perusahaan dan warga terus terjaga selama proses pembangunan.
Menurutnya, warga telah mendapatkan informasi mengenai peluang yang dapat dimanfaatkan dari keberadaan proyek. Masyarakat juga didorong untuk menyiapkan usaha sejak dini.
“Harapan kita Pakuwon ini tetap mau bersinergi, kerja sama, tetap berhubungan baik, sehingga berkomunikasi dengan baik,” kata Heru.
Ia menyebut warga yang memiliki lahan dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan ekonomi. Peluang tersebut dapat berupa pengembangan UMKM maupun tempat tinggal bagi pekerja.
“Monggo yang memiliki lahan untuk bisa dimanfaatkan. Sehingga mendukung baik UMKM-nya ataupun mungkin lokasi yang untuk tempat tinggalnya,” ujarnya.
Heru menambahkan, peluang tenaga kerja juga diharapkan dapat dirasakan warga sekitar. Namun, proses rekrutmen tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing calon pekerja.
Di sisi lain, Heru mengatakan sejumlah rumah warga yang terdampak pembangunan telah masuk proses perbaikan. Penanganan tersebut masih berjalan di beberapa lokasi.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan yang menyangkut hak pribadi warga yang masih memiliki keberatan akan dikomunikasikan secara tersendiri dengan pihak perusahaan.
“Secara umum kelembagaan kan sudah kita selesaikan secara prosedur. Jadi, kelembagaan mengusulkan, tapi kalau secara pribadi kan kita juga enggak berani. Itu hak pribadi, sehingga nanti ada komunikasi tersendiri dengan pihak Pakuwon,” jelasnya.
Peluang Sektor Ekonomi Bagi Warga
Camat Banyumanik Sri Martini menyambut baik program CSR dan rencana pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pakuwon Group.
Menurutnya, pembangunan proyek tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi baru apabila masyarakat sekitar ikut dilibatkan.
“Dengan adanya CSR ini mudah-mudahan ke depannya juga membawa dampak yang positif khususnya bagi masyarakat sekitar dalam pelaksanaan proyek ini. Ke depannya masyarakat bisa berkolaborasi dengan Pakuwon Group,” kata Sri.
Ia menilai penyerapan tenaga kerja selama pembangunan akan menciptakan peluang tambahan bagi usaha warga. Masyarakat dapat menyediakan kebutuhan pekerja proyek, termasuk makanan dan berbagai layanan pendukung.
Sri juga mendorong keterlibatan UMKM dan ibu-ibu PKK dalam penyediaan katering bagi tenaga kerja proyek. Sistem tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bergilir agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan sebagian warga.
“Nanti bergilir karena ini biar merata semua masyarakat di lingkungan sekitar ini bisa merasakan manfaat atau keberkahan dari pembangunan Pakuwon Group ini,” ujarnya. (*)





