Jateng

Pakuwon Siap Perbaiki 14 Rumah Retak dan Rusak Imbas Proyek di Gombel Lama Semarang

×

Pakuwon Siap Perbaiki 14 Rumah Retak dan Rusak Imbas Proyek di Gombel Lama Semarang

Sebarkan artikel ini
Pakuwon Siap Perbaiki 14 Rumah Retak dan Rusak Imbas Proyek di Gombel Lama Semarang
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Kota Semarang dengan manajemen Pakuwon dan Distaru Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Manajemen Pakuwon berencana melakukan perbaikan belasan rumah retak di Kawasan Gombel Lama Semarang yang terdampak pemadatan lahan kawasan Superblock tersebut.

Pembangunan kawasan terpadu dengan nilai investasi mencapai Rp9 triliun ini sempat menjadi sorotan. Terutama setelah warga di sekitar lokasi mengeluh adanya retakan dan kerusakan rumah akibat pembangunan kawasan Pakuwon Semarang.

Ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Kota Semarang dan Dinas Tata Ruang (Distaru), Rabu, 17 Juni 2026. Manajemen Pakuwon mengakui memang ada laporan retakan dan kerusakan pada sejumlah rumah warga yang berada di sekitar area pematangan lahan proyek.

Human Resources Pakuwon Group, Iful Novianto, mengatakan perusahaan telah melakukan survei kondisi bangunan warga sebelum pekerjaan mulai. Pihaknya juga menyiapkan mekanisme penanganan terhadap laporan yang masuk.

“Kami sudah melakukan survei awal terhadap bangunan warga sebelum proyek berjalan. Untuk laporan keretakan yang muncul, akan kami verifikasi terlebih dahulu dan selanjutnya melakukan perbaikan sesuai tingkat kerusakan yang ada,” ujarnya.

Menurut Iful, hingga saat ini sedikitnya 14 rumah warga telah masuk dalam proses pendataan dan verifikasi. Pakuwon membuka layanan pengaduan khusus bagi masyarakat yang merasa terdampak aktivitas proyek.

“Setiap proyek pasti memiliki dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak yang kami terima laporannya adalah keretakan bangunan warga. Sebanyak 14 rumah sudah kami lakukan pertemuan dan akan kami tindak lanjuti dengan perbaikan sesuai hasil verifikasi di lapangan,” katanya.

BACA JUGA: 19 Rumah Warga Retak Imbas Proyek Pakuwon dan Perbaikan Jalan Gombel Lama Semarang 

Ia menambahkan, saat ini terdapat dua pekerjaan besar yang berlangsung di kawasan Gombel, yakni proyek perbaikan jalan nasional oleh pemerintah dan pematangan lahan kawasan komersial Pakuwon.

Karena itu, lanjutnya, seluruh laporan dari masyarakat akan ditelaah secara cermat sebelum ditentukan langkah penanganannya.

Sementara itu, General Manager Project High Risk Pakuwon Group, Paulus Louw, menegaskan pekerjaan yang sedang berjalan belum memasuki tahap pembangunan pusat perbelanjaan maupun bangunan komersial lainnya.

Aktivitas yang berjalan saat ini masih berupa pematangan lahan dan pemasangan soldier pile atau struktur penahan tanah.

“Kami masih dalam tahap pematangan lahan dan belum pembangunan. Untuk mengatasi tanah gerak, kami gunakan soldier pile. Soldier pile bukan pondasi bangunan. Fungsinya untuk menjaga stabilitas lereng dan mengurangi risiko pergerakan tanah di kawasan pengembangan,” jelas Paulus.

Menurutnya, teknologi tersebut justru di rancang untuk memperkuat kawasan Gombel Lama yang selama ini terkenal sebagai salah satu wilayah rawan pergerakan tanah di Kota Semarang.

Jangan Abaikan Aspek Keselamatan dan Kenyamanan Lingkungan

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto, menegaskan bahwa investasi besar tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Investasi ini tentu menjadi peluang besar bagi Kota Semarang. Namun keselamatan warga dan kondisi lingkungan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai pembangunan justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” tegasnya.

Menurut Ruki, kawasan Gombel Lama memiliki karakteristik geologi yang kompleks karena berada di wilayah yang memiliki riwayat tanah bergerak dan kerentanan lereng.

Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap seluruh proses pembangunan harus terlaksana secara ketat.

“Kami mendukung investasi, tetapi pengembang juga harus memberikan jaminan bahwa dampak terhadap masyarakat dapat kita minimalkan dan tangani dengan baik,” katanya.

Pemkot dan Dewan Turut Mengawasi

Di sisi lain, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, memastikan pemerintah akan terus mengawasi proses pematangan lahan yang sedang berlangsung.

Ia berharap penerapan teknologi stabilisasi lereng yang pengembang lakukan dapat menjadi solusi terhadap persoalan pergerakan tanah yang selama ini terjadi di kawasan Gombel Lama.

“Kami akan terus melakukan pengawasan. Harapannya teknologi ini mampu membantu mengurangi risiko pergerakan tanah serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Ferry.

Proyek Superblock Pakuwon sendiri di gadang-gadang menjadi salah satu investasi terbesar yang masuk ke Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir.

Kawasan tersebut rencananya akan menjadi pusat gaya hidup, perdagangan, dan ekonomi baru. Yang memanfaatkan panorama perbukitan Gombel serta pemandangan Laut Jawa.

Pakuwon menargetkan proses pematangan lahan selesai pada akhir 2026. Sementara operasional kawasan secara keseluruhan prediksinya mulai pada 2030. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp