BLITAR, 14/2 (beritajateng.tv) – Elite dan kader PDI Perjuangan se Jawa Tengah melakukan Ziarah ke Makam Proklamator Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Selasa (14/2/2023) dini hari. Kegiatan yang dikemas dalam judul Jawa Tengah Ziarah ke Makam Bung Karno tersebut digelar untuk menumbuhkan semangat jelang Pemilu 2024 yang akan digelar tepat setahun lagi.
Kegiatan yang digelar di tengah hujan gerimis tersebut diikuti 1352 kader PDI Perjuangan. Mereka adalah kepala daerah, anggota legislatif, hingga caleg yang akan berlaga di Pemilu 2024. Hadir Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto, Bendahara Agustina Wilujeng, dan Kepala LKPP Hendrar Prihadi. Sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan juga tampak. Diantaranya ada Dede Indra Permana Soediro, Johan Budi Sapto Pribowo, Arteria Dahlan, Adi Satria Suryo Sulisto, Edi Wuryanto, dan Paramitha Widya Kusuma.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengungkapkan, ziarah bertujuan mengingatkan kembali pesan Bung Karno untuk memperhatikan kemiskinan dan agar seluruh kader bersiap menang spektakuler di 2024. Pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut menjelaskan, menang spektakuler adalah kemenangan di atas menang minimum, optimum dan maksimum. Kemenangan minimum adalah kemenangan di pemilu yang mampu memiliki kursi Ketua DPRD kabupaten/kota/provinsi dan DPR RI.
Selanjutnya kemenangan optimum adalah kemenangan di pemilu dengan mampu mengantarkan calon dari PDI Perjuangan menjadi kepala daerah. Menang maksimum bermakna memiiki kepala daerah dan Ketua DPRD di dalam satu daerah. Dia mencontohkan daerah Wonogiri, Boyolali, dan Solo yang mencapai kemenangan tersebut.
“Satu strip diatas itu adalah menang spektakuler dan diatasnya lagi ada menang beyond the limit (melampaui batas),” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu tersebut usai ziarah.
Bambang Wuryanto yang juga Ketua Komisi III DPR RI tersebut mengingatkan dengan keras semua kader PDI Perjuangan tentang tujuan untuk meraih kemenangan di Pemilu nanti.
“Pertanyaanya, kamu menang buat apa? Buat happy-happy, buat hebat-hebatan, atau buat mengisi konten biar terkenal? Itulah tujuan ziarah hari ini,” tandasnya.
Tujuan ziarah itu diakui sebagai bagian dari persiapan Pemilu 2024, karena harus ada proses religiusitas yang ditanamkan pada kader PDI Perjuangan. Bambang menyebut ada kekhawatiran dari tokoh-tokoh PDI Perjuangan pada kader yang lupa dengan pola tugas sebagai seorang Marhaen dan ajaran Bung Karno. Tradisi ziarah sebenarnya sudah rutin dilakukan oleh kader PDI Perjuangan, namun di malam tersebut dilakukan bersama-sama dengan ribuan orang. Pesertanya para comandante bintang dua dan tiga, karena menjadi pimpinan di wilayah masing-masing dan memiliki “pasukan tempur” Pemilu 2024.
“Dengan ziarah maka ada konektivitas dengan Bung Karno sebagai guru besar. Agar sebagai murid tetap ingat pada guru, tak terjebak pada arus zaman yang individualis dan hedonis,” tuturnya.
Bambang Wuryanto juga mengingatkan cita-cita Bung Karno yakni menambah tenaga kaum marhaen dan menambah tenaga kaum miskin. Maksudnya, berupaya mengentaskan kemiskinan masyarakat dan menyejahterakan kehidupannya. Hal itu dilakukan dengan membuat regulasi atau kebijakan yang berpihak pada rakyat. Untuk bisa melakukannya, PDI Perjuangan harus menang di pemilu 2024.
Sementara Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Agustina Wilujeng menyampaikan ziarah tersebut salah satunya bertujuan menularkan semangat Bung Karno. Sejumlah rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti parade api lilin semangat Bung Karno hingga ikrar setia. Selanjutnya Agustina juga mengatakan ada target kemenangan 50 persen suara atau kursi di semua tingkatan legislatif untuk pemilu 2024 mendatang. Untuk target kursi DPR RI di Dapil Jateng ditarget 44 kursi dari 77 kuota kursi. Sementara untuk target kursi di DPRD Jateng adalah 63 kursi dari 120 kursi. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





