SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, menyoroti perihal penambahan luas tanam. Pasalnya, penambahan luas tanam atau meningkatkan hasil panen dengan membuka lahan sawah baru di Jawa Tengah tak kunjung mencapai target.
Hal itu Sumanto benarkan saat beritajateng.tv temui di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa, 15 Oktober 2024.
“Itu yang harus kita perbaiki. Dari tahun ke tahun, dari sejak saya kecil, kan hanya begitu-begitu saja. Tapi action-nya belum ada. Iya kan? setiap tahun masalahnya itu-itu saja,” akunya.
Pihaknya tak menampik penambahan luas tanam kerap dibahas dalam programnya. Kendati begitu, kata Sumanto, implementasinya tak kunjung ada.
BACA JUGA: Alat Kelengkapan Dewan Terbentuk, DPRD Jawa Tengah Segera Maraton Bereskan Perda
“Dan kita sering ngomong itu juga, tapi ke depannya harus kita lakukan action-nya. Keresahan itu setiap tahun muncul dan belum ada solusilah, maka kami akan lakukan itu,” ucap Sumanto.
Penambahan luas tanam itu ia sebut saat menyinggung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah yang menjadi visi misi DPRD setelah dilantik.
“Nah, itu adalah RPJPD 20 tahun ke depan ini bahwa Jawa Tengah menjadi lumbung pangan nasional. Ini yang harus kami lakukan, tentunya arah kebijakan anggaran prioritasnya ke situ,” beber Sumanto.
Selain lumbung pangan nasional, Sumanto turut menyebut beberapa hal lain seperti kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan infrastruktur yang juga difokuskan pada RPJPD. Yang mana, kata dia, DPRD akan menurunkan pokok-pokok bahasan itu menjadi beberapa raperda.
Menyoal penambahan luas tanam, siapkan lahan hingga kesejahteraan petani
Untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, Sumanto menyebut ada beberapa hal yang mesti diperkuat.
Tiga hal penting yang ia sebut tak lain adalah kesiapan lahan, irigasi, dan embung yang ada. Dari sisi SDM alias petani pun juga tak kalah penting dalam hematnya.
“Petani-petani harus dipersiapkan supaya menjadi petani yang unggul. Dalam artian unggul bukan bidang itu, tapi juga pendapatannya harus kita naikkan supaya mereka tenang di situ menggarap sawah, karena itu menjadi program kami,” papar Sumanto.
Termasuk juga mempertahankan ladang sawah. Dalam hal itu, kata Sumanto, DPRD Jawa Tengah telah mengesahkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Maka RTRW kan kemudian ada alih lahan dan sebagainya. Setelah kita hitung RTRW yang sudah kita tetapkan, itu menjadi prioritas yang harus kita pertahankan,” tegasnya.
BACA JUGA: Sumanto Kembali Terpilih jadi Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Pacul: Sudah Fix!
Musim kemarau panjang jadi perhatian
Lebih lanjut, musim kemarau panjang yang potensial menjadi ancaman bagi petani juga harus menjadi perhatian.
Menurut Sumanto, musim kemarau tahun ini tak separah tahun lalu yang membuat petani merugi.
“Jadi nanti gubernur dan bupati juga harus koordinasi masalah ini. Sehingga, bisa mengurangi permasalahan yang setiap tahun, kalau ada muncul itu berarti harus mereka tangani. Tahun depan mungkin sudah bisa berkurang berapa juga harus kita lakukan,” tandas Sumanto. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





