SEMARANG, beritajateng.tv – Seribu pelajar dari tingkat SD dan SMP di Kota Semarang mengikuti Gerakan Semarang 1000 Literasi (Generasi) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinas Arpus) setempat.
Kegiatan tersebut berlangsung baik secara luring di SMP Negeri 9 Semarang maupun virtual melalui Zoom pada Jumat, 8 September 2023.
Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi sekaligus meningkatkan minat baca pelajar di tingkat SD/MI dan SMP/MTs di seluruh Kota Semarang.
Terlebih, lanjut Endang, pihaknya telah mengukuhkan seorang tokoh literasi yaitu Bunda Literasi dan Duta Baca beberapa waktu yang lalu.
BACA JUGA: Mengenal Komunitas Read Aloud Semarang, Giat Kampanyekan Gerakan Membaca Nyaring
Peserta bebas baca buku apa saja dalam kegiatan Gerakan Semarang 1000 Literasi
Mengenai kegiatan hari ini, Endang mengatakan bahwa semua peserta bebas memilih jenis buku bacaan sesuai minat masing-masing.
Selain itu, ia menuturkan jumlah peserta yang berpartisipasi mencapai 1.000 orang lebih, baik yang mengikuti melalui platform Zoom dan YouTube atau yang hadir secara langsung di SMP Negeri 9 Semarang.
“Kita harapkan semua SD/MI, SMP/MTs mengikuti kegiatan ini sehingga kita semua bisa bergerak bersama dan membangun bersama, agar Kota Semarang menjadi kota yang kegemaran membacanya semakin meningkat,” jelasnya selepas kegiatan.
Lebih lanjut, Endang menyebut tingkat literasi Kota Semarang berhasil menempati peringkat nomor 1 se-Jawa Tengah dan nomor 3 se-Indonesia tahun lalu. Oleh karena itu, ia berharap dengan kegiatan semacam ini dapat mempertahankan bahkan meningkatkan literasi ke depannya.
“Ini bisa jadi tindak lanjut, sehingga gerakan ini nyata tidak hanya sebagai simbolis tetapi ini implementasinya yang benar-benar bermanfaat bagi warga sekolah dan bisa menggugah minat baca semuanya,” lanjutnya.
BACA JUGA: Kegiatan Unik Komunitas Bookclub Semarang, Baca Buku Bareng hingga Ratusan Orang
Pentingnya membaca bagi anak muda
Adapun Endang menambahkan, berdasarkan data UNESCO, Indonesia berada di urutan ke-2 dari bawah. Artinya, minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah hanya sekitar 0,001 persen.
Hal tersebutlah, kata Endang, yang mesti publik sikapi dengan membangun literasi masyarakat, utamanya di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah.
“Minat membaca masyarakat perlu dipupuk sejak dini, adanya perpustakaan tentu akan berkontribusi terhadap minat baca dari lingkup yang paling kecil,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kota Semarang, Bambang Pramusinto menyambut baik kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menjelaskan pentingnya kehadiran perpusatakaan dalam menggerakkan minat baca pelajar.
Lebih lanjut, ia pun berharap kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin yang dapat terselenggara di berbagai tingkat pendidikan.
“Ini sebuah gerakan yang mendorong adik-adik untuk selalu suka membaca, tidak hanya suka tapi membaca ini menjadi satu kebiasaan. Syukur-syukur satu minggu itu satu buku habis, nanti tingkatkan lagi seminggu dua buku habis, karena buku itu jendela dunia,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





