Jateng

Perkuat Forum Lintas Sektor, Pemkab Magelang Percepat Konservasi Sumber Daya Genetik Pertanian

×

Perkuat Forum Lintas Sektor, Pemkab Magelang Percepat Konservasi Sumber Daya Genetik Pertanian

Sebarkan artikel ini
SDG Pertanian
Pertemuan Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan SDG Pertanian Kabupaten Magelang di Balkondes Agro Eduwisata Borobudur, Kabupaten Magelang pada Rabu–Kamis, 16–17 September 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

MAGELANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Magelang bersama BRMP Biogen, BRMP Jawa Tengah, dan Project Management Unit (PMU) Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik (SDG) pertanian.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pertemuan Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan SDG Pertanian Kabupaten Magelang pada Rabu–Kamis, 16–17 September 2026, di Balkondes Agro Eduwisata Borobudur, Kabupaten Magelang.

Program CDCSUI yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut mendapat pendanaan dari Global Environment Facility (GEF) dan difasilitasi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Program itu berjalan sejak Oktober 2022 hingga September 2027 di tiga provinsi, yakni Jawa Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Tengah, dengan komoditas target padi, talas, uwi, pala, dan cengkeh.

Forum tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Magelang, antara lain Bapperida, Dinas Pertanian dan Pangan, Dispermades, Dinas Perdagangan/Perindustrian/Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Selain itu, turut hadir Tim Kerja Component Working Support (CWS), PMU CDCSUI Nasional dan Provinsi Jawa Tengah, serta Field Officer Kabupaten.

Pertemuan tersebut bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai arah pelaksanaan Program CDCSUI di tingkat kabupaten.

Forum juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan tanaman pangan.

BACA JUGA: Kolaborasi untuk Kebaikan, Bank Jateng dan Pemerintah Kabupaten Magelang Perbaiki RTLH

Para pihak mengidentifikasi kebutuhan dan peran masing-masing di lokasi prioritas serta menyusun rencana kerja dan tindak lanjut forum koordinasi tingkat kabupaten.

Pada hari pertama, Susi Purwiyanti, mewakili Kepala Balai Besar BRMP Biogen, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya genetik tanaman yang tinggi.

“Kekayaan tersebut berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, dan pembangunan sistem pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Namun, kata Susi, berbagai varietas tanaman lokal dan kerabat liar tanaman atau Crop Wild Relatives (CWR) menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, pergeseran pola konsumsi, serta pemanfaatan sumber daya genetik yang belum optimal.

Melalui Program CDCSUI, penguatan kebijakan dan kelembagaan SDG, konservasi tanaman pangan dan CWR, penguatan insentif berbasis pasar maupun nonpasar, serta penguatan sistem data dan pengetahuan terus didorong.

Koordinasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan upaya tersebut.

Kegiatan kemudian dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang jelas dalam pelaksanaan Program CDCSUI.

“Adanya tantangan kekeringan yang berkaitan dengan fenomena El Niño mengancam sejumlah lahan pertanaman padi di Kabupaten Magelang. Sehingga, program yang mendukung penguatan pertanian dan masyarakat dinilai penting bagi petani setempat,” tuturnya.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: Potensi Perikanan Air Tawar di Kabupaten Magelang Tingkatkan Perekonomian

Puji juga mendorong kolaborasi dengan kelompok wanita tani dan unsur masyarakat lainnya. “Pengembangan pertanian perlu dikaitkan dengan sektor industri, pengolahan, hilirisasi, dan agroindustri,” imbuhnya.

Kabupaten Magelang sendiri memiliki sejumlah komoditas lokal unggulan yang dinilai berpotensi dikembangkan sekaligus mendukung sektor pariwisata. Salah satunya beras Mentik Wangi Susu yang memiliki segmen pasar tersendiri dengan harga jual lebih tinggi dibandingkan varietas Inpari.

Peningkatan nilai tambah beras tersebut dilakukan antara lain melalui diversifikasi dan penyortiran produk. Beras utuh dipasarkan melalui pasar ritel, sedangkan beras patah dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung.

Selain padi, komoditas hortikultura seperti jeruk keprok Ngablak, kesemek Kaliangkrik, dan durian lokal Mukiyo dari Tegalrejo juga disebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata berbasis komoditas lokal sepanjang tahun.

Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung konservasi oleh Sekretaris Bapperida Kabupaten Magelang, Arif Yuliyanto.

Kegiatan kemudian berlanjut penguatan kapasitas kelembagaan forum koordinasi lintas sektor bersama PMU CDCSUI Nasional, Ayi Ardhisastra, yang membahas peran dan dukungan para pihak.

Hari pertama pun ditutup dengan pembentukan Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan SDG Pertanian Kabupaten Magelang.

BACA JUGA: Jadi Magnet Wisata Kabupaten Magelang, Ini 4 Daya Tarik Gunung Telomoyo buat Liburan Sekolah

Memasuki hari kedua, Kepala BRMP Biogen, Atekan, lantas memberikan pengarahan. Ia menyebut Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan SDG Pertanian sebagai wadah untuk memperkuat dukungan antar-OPD dalam mencapai target program.

“Tiga komoditas sasaran, yakni padi, talas, dan uwi, dapat memiliki nilai tambah sehingga mendorong petani untuk terus melakukan konservasi dan budi daya,” jelasnya.

Atekan juga menekankan pentingnya kemampuan OPD dalam mengidentifikasi kebutuhan petani serta menjaga kearifan lokal Magelang melalui pendampingan kelompok tani, termasuk mendukung inovasi untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan komoditas dan lingkungan.

Pada hari kedua, peserta juga menyusun rencana kerja Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan Sumber Daya Genetik Pertanian (LSP-SDGP) Kabupaten Magelang.

Rangkaian pertemuan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Pembentukan Kelembagaan Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan Sumber Daya Genetik Pertanian (LSP-SDGP) oleh para pemangku kepentingan yang hadir.

Penandatanganan tersebut menjadi penanda dimulainya kerja bersama forum dalam mendukung pelaksanaan Program CDCSUI di Kabupaten Magelang. (adv)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp