Olahraga

Persijap Jepara Terpuruk di Zona Degradasi Super League: Keok 6 Kali Beruntun, Kartu Merah Terbanyak

×

Persijap Jepara Terpuruk di Zona Degradasi Super League: Keok 6 Kali Beruntun, Kartu Merah Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Persijap Super League | Kartu Kuning Persijap
Laga Persijap Jepara kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin, 18 Agustus 2025. (Foto: Instagram/@persijap_jepara)

JEPARA, beritajateng.tv – Perjalanan Persijap Jepara di BRI Super League 2025-2026 makin terpuruk. Kekalahan 1-2 dari Madura United menambah panjang daftar hasil buruk Laskar Kalinyamat.

Hasil itu menempatkan Persijap pada posisi ke-16 klasemen sementara dan kini resmi masuk zona degradasi. Posisi mereka bahkan digeser PSBS Biak yang berhasil menang atas Persita Tangerang.

Tim asal Jepara itu tengah menghadapi masa kritis. Enam kekalahan beruntun menjadi sinyal bahaya bagi klub yang sempat tampil menjanjikan di awal musim. Jeda FIFA Matchday November kini menjadi momentum penting untuk memperbaiki performa.

BACA JUGA: Persijap Jepara Panen 10 Kartu Kuning dari 2 Laga Awal Super League, Mario Lemos Angkat Bicara

Persijap mencatat hasil negatif sejak menghadapi Persita Tangerang. Setelah itu, kekalahan beruntun terus terjadi saat melawan Persik Kediri, Bali United, Bhayangkara FC, Malut United, dan terakhir Madura United.

Kondisi itu menunjukkan krisis kepercayaan diri yang melanda skuad Mario Lemos. Padahal, pada lima laga awal musim, mereka sempat tampil impresif dan sempat menaklukkan Persib Bandung.

Persijap koleksi kartu merah terbanyak di Super League

Namun, masalah terbesar Persijap bukan hanya soal kekalahan. Catatan disiplin pemain juga memperburuk situasi tim. Dari sepuluh laga, mereka sudah mengoleksi lima kartu merah.

Dua pemain muda, Dicky Kurniawan dan Zahran Rizki, mendapat kartu merah saat menghadapi Madura United. Sebelumnya, situasi serupa juga terjadi ketika melawan Malut United, Bali United, dan Arema FC.

Dengan catatan tersebut, Persijap kini menjadi tim dengan kartu merah terbanyak di Liga 1 musim ini. Angka itu setara dengan Arema FC dan Persebaya Surabaya. Statistik ini menegaskan persoalan disiplin menjadi faktor utama yang menghambat kebangkitan Laskar Kalinyamat.

BACA JUGA: Laga Pembuka BRI Super League 2025, Persijap Jepara Siap Tampil Agresif Lawan PSM Makassar