SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Jawa Tengah mencatat lebih dari 11 ribu aduan, konsultasi, pertanyaan, hingga konfirmasi dari masyarakat ke posko selama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri 2026.
Menjelang penutupan pendaftaran, pertanyaan mengenai jalur cadangan menjadi salah satu topik yang paling banyak calon murid dan orang tua tanyakan kepada petugas.
Ketua SPMB Jawa Tengah 2026 sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan pelaksanaan SPMB telah berlangsung sejak 3 Juni 2026 dan kini memasuki tahap akhir pendaftaran.
“SPMB SMA/SMK di Jawa Tengah telah berlangsung sejak tanggal 3 Juni sampai dengan hari ini. Tahapannya meliputi ajuan akun, verifikasi berkas, aktivasi akun, pendaftaran, dan sekarang ini sudah sampai pada hari terakhir pendaftaran yang 𝖽itutup pada pukul tiga sore,” ujar Sunarto saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Kamis, 18 Juni 2026.
Selama proses tersebut berlangsung, Dinas Pendidikan Jawa Tengah membuka berbagai saluran layanan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun menyampaikan kendala terkait pendaftaran.
Sunarto merinci, sebanyak 186 konsultasi dan aduan masuk melalui posko luring atau tatap muka. Kemudian sebanyak 825 komunikasi masuk melalui layanan WhatsApp Center.
Sementara itu, kata Sunarto, kanal yang paling banyak masyarakat gunakan ialah website helpdesk dengan total 10.376 komunikasi.
“Sehingga total komunikasi kami dengan masyarakat itu ada 11.381 pertanyaan, aduan, konsultasi, atau konfirmasi,” jelas Sunarto.
Pertanyaan di Posko Beragam Sesuai Tahapan SPMB
Sunarto mengatakan, tema pertanyaan yang masyarakat sampaikan terus berubah mengikuti tahapan SPMB yang sedang berjalan.
Pada fase awal atau pra-SPMB, mayoritas calon murid dan orang tua menanyakan mekanisme pendaftaran serta jadwal pelaksanaan.
“Di saat pra-SPMB mereka menanyakan terkait dengan mekanisme pendaftaran dan jadwalnya. Kemudian kami berikan informasi itu dan kami kirimkan flyer yang mendukung,” katanya.
Memasuki tahap ajuan akun, masyarakat lebih banyak meminta panduan terkait tata cara pembuatan akun SPMB.
BACA JUGA: SPMB 2026: Belasan SD Negeri di Semarang Kekurangan Siswa, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar
Sunarto menuturkan, Dinas Pendidikan Jawa Tengah bahkan menyiapkan video tutorial agar calon murid dapat mengikuti proses tersebut dengan lebih mudah.
“Pada tahap pembuatan akun mereka lebih bertanya tentang mekanisme atau tutorial bagaimana melakukan ajuan akun. Ini kami buatkan video tutorial juga sehingga masyarakat bisa menyimak di media sosial kami,” ujarnya.
Sementara saat proses verifikasi berkas berlangsung, pertanyaan masyarakat berfokus pada dokumen yang wajib 𝖽iunggah dan tata cara pengunggahannya.
“Pada saat verifikasi berkas, ini terkait dengan dokumen apa saja yang harus 𝖽iunggah. Mereka menghubungi kami, ada yang datang, ada yang telepon menanyakan hal semacam itu dan bagaimana caranya. Ini kami bimbing,” terang Sunarto.
Fase Pendaftaran, Banyak Calon Murid Pantau Posisi Jurnal
Ketika memasuki masa pendaftaran sekolah tujuan, pertanyaan masyarakat kembali bergeser. Jelang penutupan pendaftaran, mayoritas calon murid ingin mengetahui posisi mereka dalam jurnal pemeringkatan sementara.
“Mereka menanyakan posisi saat ini ada di peringkat berapa, berapa nilai tertinggi yang 𝖽iterima, dan nilai terendah yang 𝖽iterima,” kata Sunarto.
Sunarto menuturkan, seluruh informasi tersebut sebenarnya dapat masyarakat akses secara mandiri melalui jurnal yang tersedia secara daring.
Namun, Dinas Pendidikan Jawa Tengah tetap melayani masyarakat yang datang langsung ke posko untuk meminta penjelasan.
“Jurnal ini sebenarnya bisa 𝖽iakses oleh masyarakat di mana pun, tidak harus datang ke kami. Tapi kalau datang akan kami layani,” lanjutnya.
Menjelang Penutupan, Banyak yang Bertanya Soal Jalur Cadangan
Sunarto mengungkapkan topik yang paling sering masyarakat tanyakan pada hari terakhir pendaftaran ialah mengenai mekanisme calon murid cadangan.
Pertanyaan tersebut muncul karena sebagian peserta mulai memperkirakan peluang mereka lolos seleksi berdasarkan posisi dalam jurnal.
“Di hari akhir ini beberapa calon murid menanyakan tentang cadangan. Karena ini sudah akan mendekati tutup, mereka menanyakan tentang cadangan,” ujar Sunarto.
BACA JUGA: Tak Ada SPMB, Sekolah Rakyat Semarang Rekrut Siswa Lewat Penjangkauan PKH dan Dinsos
Ia menjelaskan, pengumuman calon murid cadangan baru akan berlangsung setelah seluruh tahapan seleksi utama dan daftar ulang selesai.
“Cadangan ini nanti akan kami sampaikan setelah tahap daftar ulang hasil seleksi,” katanya.
Pengumuman Cadangan pada 26 Juni 2026
Setelah pendaftaran 𝖽itutup pada Kamis sore, Dinas Pendidikan Jawa Tengah akan mengumumkan hasil seleksi utama pada 21 Juni 2026. Selanjutnya, calon murid yang lolos wajib melakukan daftar ulang pada 22 hingga 25 Juni 2026.
Sunarto menegaskan calon murid yang tidak melakukan daftar ulang hingga batas waktu yang 𝖽itentukan akan 𝖽ianggap mengundurkan 𝖽iri.
“Kalau ada calon yang sudah lolos tapi tidak melakukan daftar ulang sampai dengan batas akhir, maka kami anggap sebagai calon murid yang sudah mengundurkan 𝖽iri,” tegasnya.
Kursi yang kosong akibat peserta mengundurkan 𝖽iri kemudian akan 𝖽iberikan kepada calon murid cadangan berdasarkan hasil pemeringkatan SPMB. Dinas Pendidikan Jawa Tengah menjadwalkan pengumuman calon murid cadangan pada 26 Juni 2026.
“Kami akan mengumumkan tanggal 26 Juni. Tanggal 26 Juni itu pengumuman calon cadangan,” kata Sunarto.
Selanjutnya, calon murid cadangan yang lolos mendapat kesempatan melakukan daftar ulang pada 29 dan 30 Juni 2026.
“SMA dan SMK semuanya yang ada di Jawa Tengah kami umumkan pada tanggal itu. Sesuai jadwal yang sudah kami rancang dari awal,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





