SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan karangan bunga membanjiri Jalan Pemuda di sekitar Kantor Balai Kota Semarang, pada Kamis, 20 Februari 2025.
Karangan bunga itu berisi ucapan selamat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin.
Untuk pengirimnya pun beragam. Ada yang dari instansi, organisasi, komunitas, hingga atas nama pribadi. Selain itu, ada pula karangan bunga dari Wali Kota sebelumnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.
Momen pelantikan kepala daerah memang menjadi berkah bagi para penjual karangan bunga di Kota Semarang. Termasuk penjual karangan bunga di Pasar Kalisari.
Jelang pelantikan ini, mereka bisa menggarap puluhan hingga ratusan pesanan karangan bunga sekaligus.
“Pesanan untuk pelantikan ini cukup mendadak ya. Dua hari ini aja udah bikin 27 karangan,” ungkap Bambang, pemilik Floratama Florist saat beritajateng.tv temui.
Ia mengatakan, pesanan mulai berdatangan sejak Senin, 17 Februari lalu. Bambang sendiri mendapat pesanan mayoritas dari non instansi seperti hotel dan tempat usaha.
Saking banyaknya pesanan, Bambang harus lembur selama dua hari terakhir. Bahkan, ia mengaku tidak sempat tidur tadi malam.
Semua karangan bunga tersebut nantinya akan ia kirim dan pasang di Balai Kota Semarang, bertepatan dengan hari pelantikan.
“Ini belum tidur dari kemarin karena mengerjakan pesanan. Pesanan terus masuk sampai tanggal 28 nanti,” ungkapnya.
Harga mulai Rp400 hingga jutaan
Sementara itu, dalam mengerjakan karangan bunga, Bambang membutuhkan waktu antara 30 menit sampai 1 jam. Tergantung tingkat kesulitan desain dari pemesan.
Hal itu juga yang membuat harga karangan bunga yang ia tawarkan menjadi bervariatif. Mulai dari Rp400 ribu hingga jutaan rupiah.
“Harganya dari Rp400 ribu sampai jutaan. Yang membedakan ukuran, banyaknya bunga segarnya, jumlah huruf pengirimnya, sampai logo-logo itu, kalau susah jadi mahal,” ucapnya.
Ia berharap, momen pergantian pemimpin Semarang menjadi tonggak perubahan bagi ibu kota Jawa Tengah itu menjadi daerah yang lebih baik lagi.
“Semoga Mbak Agustin dan Pak Iswar bisa lebih baik daripada pendahulu-pendahulunya, memikirkan rakyat, terutama rakyat kecil, amanah juga,” harapnya. (*)
Editor: Farah Nazila






