SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Banjarnegara mengungkap adanya 13 sesar aktif yang berpotensi gempa di Jawa Tengah.
Satu di antara 13 sesar aktif tersebut berada di perbatasan wilayah Kabupaten Batang dengan Kota Pekalongan.
“Sesar aktif beberapa kali mengalami pergerakan atau menimbulkan kegempaan dengan kekuatan bervariasi. Akan tetapi yang terbesar adalah magnitudo 4,4 yang terjadi di wilayah Kabupaten Batang,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika (Stageof) Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, beberapa waktu yang lalu.
Lebih rinci, ia menjelaskan 13 sesar aktif tersebut yakni sesar Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Weleri, Semarang, Ungaran, Muria, Pati, Lasem, dan Grobogan.
BACA JUGA: Video Gempa Batang Berdampak di 3 Kecamatan
Ia memastikan gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Batang tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena kegempaan terjadi di darat.
Adapun faktor yang menimbulkan kerusakan yaitu kekuatan gempa, jarak gempa dengan lokasi bangunan, kekuatan bangunan, dan kondisi tanah apakah merekah atau justru makin menguatkan getaran.
“Pusat kegempaan memang di perbatasan wilayah Kabupaten Batang dengan Kota Pekalongan,” tutur Heri.
BACA JUGA: Tiga Kecamatan di Batang Terdampak Gempa, BPBD Jateng: Terparah Karangasem, KITB dan PLTU Aman
Ia mengimbau kepada masyarakat setempat agar bisa membangun rumah tahan gempa. Sebab, sebagian besar warga yang selamat dari bencana itu ialah dari kuatnya pondasi bangunan, evakuasi mandiri, dan pelatihan.
“Orang selamat dari bencana biasanya 80 persen karena dapat menyelamatkan diri. Kami juga mengingatkan warga bisa tenang pascagempa,” ucapnya.
Heri mengatakan pula bahwa gempa di Batang terjadi karena terindikasi dari sesar Pekalongan.
“Sesar [Pekalongan] itu merupakan salah satu segmen Belibis gendeng. Karena, di Jateng ada 13 sesar aktif yang melintasi dari Barat sampai ke Timur Jateng,” tandasnya. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





