Hukum & Kriminal

Sempat Jual Ginjal Sendiri Seharga Rp 120 Juta, Begini Pengakuan Pelaku Perdagangan Ginjal WNI di Kamboja

×

Sempat Jual Ginjal Sendiri Seharga Rp 120 Juta, Begini Pengakuan Pelaku Perdagangan Ginjal WNI di Kamboja

Sebarkan artikel ini
Kematian Tahanan Polres Banyumas | ginjal kamboja
Ilustrasi tahanan. (Foto: Freepik)

JAKARTA, beritajateng.tv – Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap 12 tersangka dalam kasus perdagangan orang untuk tujuan eksploitasi (TPPO) yang menjual ginjal WNI ke Kamboja. Salah satu tersangka, Hanim, memberikan alasan mengapa ia menjual ginjalnya.

Motif Menjual Ginjal karena Kesulitan Ekonomi

Hanim mengungkapkan bahwa motif di balik keputusannya untuk menjual ginjalnya adalah kesulitan ekonomi yang ia hadapi. Pada awal 2018, ia berkenalan dengan pelaku perdagangan ginjal melalui media sosial.

Ketika menunjukkan minatnya untuk menjual ginjal, broker mengarahkan Hanim untuk datang ke sebuah kontrakan di Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.

“Pada awalnya tahun 2018 karena faktor ekonomi, orang tua saya tidak punya rumah, kemudian saya usaha mentok juga. Akhirnya saya cari-cari grup-grup donor ginjal. Saya cuma ngelihat postingan-postingan dari situ. Itu ada yang isi postingan itu ‘Dibutuhkan donor ginjal A, B, AB, atau O, syaratnya ini, ini, ini’,” ujar Hanim di Polda Metro Jaya, Jumat, 21 Juli 2023.

Rencana Transplantasi Ginjal di Jakarta Gagal

Awalnya, Hanim berencana melakukan transplantasi ginjal di salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana karena istrinya tidak memberi izin.

Setelah gagal di Jakarta, Hanim menunggu bersama broker dengan dalih memberi tahu istrinya bahwa ia bekerja pada proyek. Setelah menunggu selama satu tahun sekitar bulan Juli 2019, Hanim berangkat ke Kamboja bersama broker.

BACA JUGA: Gagal Ginjal Akut pada Anak Bisa Sembuh, Ini Gejalanya

Pertemuan dengan Miss Huang di Kamboja

Sesampainya di Kamboja, Hanim bertemu dengan seorang perempuan bernama Miss Huang. Miss Huang bertindak sebagai pengatur pendonor ginjal WNI di Kamboja.

“Saya waktu itu berangkat tiga orang, setiba di Kamboja, saya dijemput sama sopir Truk. Saya di penginapan, kemudian saya dipertemukan dengan Miss Huang, entah apakah dia orang China atau orang Indonesia saya kurang hafal, ya. Pokoknya namanya Miss Huang yang mengatur di sana,” tutur Hanim.

Operasi Ginjal dan Kembali ke Indonesia

Hanim menjalani operasi setelah menjalani pemeriksaan medis yang seluruh biayanya menjadi tanggungan Rumah Sakit Militer Kamboja, yaitu Preah Ket Meala Hospital di Phnom Penh.

Setelah operasi selesai, ia kembali ke Indonesia dan menerima pembayaran sebesar Rp 120 juta atas ginjalnya.

BACA JUGA: Pengawasan Obat Antisipasi Gagal Ginjal di Semarang

Menjadi Koordinator Pasien WNI untuk Perdagangan Ginjal di Kamboja

Setelah sekitar dua bulan masa penyembuhan, sang broker menghubungi Hanim dan mengajaknya menjadi koordinator pasien WNI di Kamboja. Dari pendonor, kini Hanim berperan sebagai koordinator.

“Waktu itu saya bawa dua orang berarti 5 sama saya sekitaran bulan September apa akhir Agustus gitu. Sampai di sana, 4 orang di Kamboja dilakukan pemeriksaan medis lagi, cuma di sana pasiennya baru ada 2, jadi yang 2 dipulangkan dan 2 dioperasi,” kata Hanim.

Menjadi Koordinator hingga 2023

Hanim terus menjadi koordinator hingga 2019, namun sempat berhenti dari awal 2020 hingga akhir Oktober 2022. Namun, pada 2023, ia kembali menjadi koordinator dan mengaku sudah membantu memberangkatkan 31 orang.

“Dari saya Rp 135 juta. Kalau dari Rumah Sakit Rp 200 juta masuk ke pendonor, Rp 135 juta untuk saya dan tim saya, Rp 65 juta dibagi untuk tiket, paspor, bersihnya saya Rp 15 juta,” ungkap Hanim. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp