SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengungkap stok vaksin Covid-19 mencapai 89 ribu. Jumlah ini yakni untuk persediaan selama satu tahun ke depan.
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Jateng, Atin Suhesti, menuturkan bahwa simpanan vaksin ini akan digunakan sampai bulan Oktober hingga November 2024. Menurutnya, 89 ribu stok vaksin itu komplit, baik untuk vaksin pertama, kedua, booster satu, hingga booster kedua.
“Sekitar 89 ribu untuk Jawa Tengah, jenis vaksinnya Indovac dan Inavac,” ujar Atin saat beritajateng.tv konfirmasi, Kamis, 28 Desember 2023.
BACA JUGA: Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Minuman Kopi Campur Telur Ini Bisa Jaga Imun Tubuh
Selanjutnya, kata Atin, apabila persediaan di Puskesmas menipis atau bahkan habis, mereka dapat langsung mengajukan surat kepada Dinas Kesehatan Jateng untuk suplai vaksin. Sehingga, masyarakat Jateng yang ingin melakukan vaksinasi tidak perlu menunggu.
“Kalau menipis stoknya di puskesmas bisa langsung mengambil ke gudang kami,” terangnya.
Stok vaksin Covid-19 di gudang Dinas Kesehatan Jateng untuk jamaah haji dan umrah
Lebih lanjut, Atin mengaku kendati kasus Covid-19 mengalami peningkatan pada akhir tahun 2023, permintaan vaksin dari masyarakat tak kunjung naik. Ia menyebut, stok vaksin yang ada di gudang Dinas Keseharan Jateng terkhususkan untuk jemaah haji dan umrah.
“Belum ada peningkatan karena mereka kebanyakan sudah booster kedua. Nanti stok ditujukan untuk jamaah haji dan umrah yang berangkat 2024 serta masyarakat yang usianya menginjak 18 tahun. Kemarin kan mereka belum divaksin, nanti itu yang akan divaksin mulai dosis satu dan dua, booster satu, dan booster dua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengatakan Kota Semarang dan Surakarta masih menjadi daerah tertinggi kasus Covid-19.
BACA JUGA: Waspada! 30 Orang di Jateng Terkonfirmasi Covid-19, 2 Kota Ini Terbanyak
Hingga Selasa, 26 Desember 2023, masih ada 107 kasus Covid-19 di Jateng. Adapun sebanyak 80 pasien masih aktif dan lainnya telah sembuh. Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Covid-19 memang saat ini ada kenaikan kasus, paling banyak di Kota Semarang dan Surakarta. Maka, masyarakat tetap harus waspada dalam arti tetap hidup bersih dan sehat (PHBS), kemudian protokol kesehatan. Kalau merasa tidak nyaman dan flu itu harus pakai masker biar tidak menularkan ke orang lain,” ujar Yunita. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





