BLORA, beritajateng.tv – Untuk memastikan keamanan pangan menjelang lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora menggelar inspeksi mendadak terhadap produk makanan dan minuman (mamin) di sejumlah pasar tradisional di Blora, Jawa Tengah.
Adapun pemeriksaan mamin ini merupakan kerja sama Dinkes Blora dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop). Serta Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4).
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan makanan yang mengandung formalin dan zat pewarna tekstil (Rhodamin). Makanan dengan kandungan berbahaya tersebut dijual di pasar yang berlokasi di Kecamatan Ngawen, Blora.
BACA JUGA: Target Perbaikan Jalan Rusak Dampak Banjir di Jateng Selesai H-7 Lebaran
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, menyatakan bahwa dalam pengambilan sejumlah sampling makanan, terdapat tiga makanan yang mengandung rhodamin dan formalin.
Lebih lanjut, terdapat tiga penemuan makanan mengandung bahan berbahaya di pasar Ngawen itu. Yakni kerupuk pentil yang mengandung zat pewarna tekstil, serta teri kering dan cumi kering yang mengandung formalin.
Melansir dari laman resmi Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, formalin memiliki dampak yang berbahay bagi tubuh. Hal ini karena di dalam formalin, terdapat efek toksik yang sangat tinggi dan bersifat karsinogenik yang akan menyuburkan pertumbuhan sel-sel kanker.
Sedangkan Rhodamin memiliki senyawa radikal dan halogen akan menyerang kestabilan tubuh dan senyawa dalam tubuh sehingga dapat memicu kanker.
Sidak mamin akan terus berlangsung di sejumlah pasar tradisional Blora
Edi menyebut bahwa pemeriksaan ini penting untuk menjaga keamanan makanan dan minuman menjelang lebaran nanti.
“Kegiatan ini bertujuan dalam rangka keamanan makanan dan minuman jelang Idul Fitri,” ungkap Edi, Selasa 26 Maret 2024.
Edi Widayat akan menelusuri asal-usul makanan tersebut dan mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menjual makanan yang mengandung dua zat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
“Untuk pengaruhnya jangka panjang. Zat zat tersebut akan mengganggu kesehatan tubuh manusia yang mengonsumsinya,” jelasnya.
Selama beberapa waktu sebelum lebaran ini, pihaknya akan terus memantau dan melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional maupun modern. (*)
Editor: Farah Nazila





