Ekbis

SUN Masuki Babak Baru, Perluas Energi Surya ke Elektrifikasi Industri Indonesia

×

SUN Masuki Babak Baru, Perluas Energi Surya ke Elektrifikasi Industri Indonesia

Sebarkan artikel ini
SUN Masuki Babak Baru, Perluas Energi Surya ke Elektrifikasi Industri Indonesia
Presscon satu dekade SUN Energi kini masuki babak baru ke elektrifikasi industri Indonesia. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Satu dekade berkecimpung di sektor energi bersih membawa PT Surya Utama Nusantara (SUN) memasuki babak baru.

Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tetapi mulai memperluas bisnis ke ekosistem elektrifikasi industri.

Sejak berdiri pada 2016, SUN mengklaim telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 450 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek. Portofolio tersebut mencakup lebih dari 40 sektor industri di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand.

BACA JUGA: SUN Energy Perkuat Transformasi Industri Hijau di Jawa Tengah 

Sektor yang dilayani cukup beragam. Mulai dari pertambangan, semen, FMCG, logistik, industri kertas dan kemasan, elektronik, komponen otomotif hingga farmasi.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin banyak industri yang menjadikan energi bersih sebagai bagian dari strategi efisiensi sekaligus upaya menekan emisi.

Berdasarkan estimasi produksi energi bersih pada 2026, proyek-proyek SUN diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 244.549 ton CO2 per tahun. Angka tersebut disebut setara dengan dampak penanaman sekitar 4,06 juta pohon.

Chief Customer Relations & Marketing Officer SUN Oky Gunawan mengatakan, pengalaman selama 10 tahun menjadi modal perusahaan untuk memperluas layanan ke kebutuhan elektrifikasi industri yang lebih kompleks.

“Sepuluh tahun pertama SUN menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri terhadap efisiensi, keandalan, dan daya saing,” ujar Oky.

Menurut dia, pada dekade berikutnya SUN ingin mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih dengan aktivitas operasional pelanggan.

“Kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan,” katanya.

Dari PLTS ke Elektrifikasi Industri

Perubahan arah bisnis SUN terlihat dari solusi yang kini dikembangkan. Perusahaan mulai menggabungkan PLTS dengan sistem penyimpanan dan manajemen energi, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya hingga sistem digital.

Targetnya terutama menyasar sektor yang memiliki konsumsi energi dan aktivitas operasional tinggi. Di antaranya pertambangan, perkebunan, logistik, manufaktur, kawasan industri dan FMCG.

Untuk elektrifikasi armada, SUN tidak sekadar menawarkan kendaraan listrik. Perusahaan mengembangkan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing pelanggan.

Perhitungannya mencakup jenis kendaraan, pola perjalanan, jarak tempuh, kondisi medan, kebutuhan pengisian daya hingga ketersediaan energi di lokasi.

Melalui layanan Mobility, SUN juga menawarkan pembangunan infrastruktur pengisian daya, skema pembiayaan atau penyewaan, pemeliharaan kendaraan dan pemantauan armada melalui Fleet Management System.

Salah satu studi kasus pada distributor FMCG di Jabodetabek menunjukkan potensi penghematan biaya energi hingga 83,6 persen dalam setiap perjalanan menggunakan truk listrik pada rute sekitar 50 kilometer.

Dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 17.00, penggunaan truk listrik dalam studi tersebut juga diperkirakan dapat menurunkan total biaya kepemilikan dan operasional sekitar 15 persen.

Namun, hasil tersebut sangat bergantung pada kondisi jaringan listrik dan pola operasional masing-masing pelanggan.

CEO SUN Mobility Karina Darmawan menegaskan, elektrifikasi armada membutuhkan perencanaan menyeluruh agar investasi kendaraan listrik benar-benar memberikan manfaat bagi perusahaan.

“Elektrifikasi armada perlu dirancang sebagai bagian dari sistem operasional, bukan hanya melalui penggantian kendaraan,” kata Karina.

Dia menambahkan, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, pemeliharaan dan sumber energi harus disiapkan secara bersamaan.

“Semua perlu dipersiapkan secara bersamaan agar transisi dapat berjalan efektif dan terukur,” ujarnya.

Bidik Proyek PLTS Skala Besar

Di tengah ekspansi elektrifikasi industri, SUN juga menyiapkan proyek energi surya dengan skala lebih besar.

Perusahaan menyebut Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.200 GWp. Potensi tersebut membuka peluang pengembangan PLTS, baik untuk kebutuhan komersial dan industri maupun proyek berskala besar.

Saat ini, SUN memiliki pipeline proyek energi surya lebih dari 40 MWp yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut masih berada dalam tahap pengembangan.

SUN juga mulai memperkuat peran sebagai Independent Power Producer (IPP). Langkah ini diarahkan untuk membangun aset energi bersih dalam jangka panjang.

Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperbesar kontribusi sektor swasta terhadap penambahan kapasitas energi terbarukan di Indonesia.

SUN menyatakan langkah itu sejalan dengan visi pengembangan 100 GWp energi surya di Indonesia.

Masuk Dekade Kedua

Memasuki dekade kedua, SUN menempatkan integrasi energi sebagai salah satu fokus pertumbuhan. Perusahaan ingin menghubungkan pembangkitan energi bersih dengan penyimpanan, manajemen energi, kendaraan listrik dan sistem digital.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu industri meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Untuk mempercepat pengembangan, SUN akan menggandeng pemerintah, regulator, PLN, asosiasi industri, pengelola kawasan, lembaga pembiayaan, mitra teknologi, pemasok hingga perusahaan engineering, procurement and construction (EPC).

Dengan pengalaman mengembangkan lebih dari 400 proyek energi surya, SUN kini berupaya memperluas posisi dari pengembang PLTS menjadi mitra elektrifikasli bagi industri. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp