Jateng

Tak Sekadar Belajar, Rumah Difabel Inklusi Semarang Siapkan Anak Disabilitas Mandiri dan Siap Kerja

×

Tak Sekadar Belajar, Rumah Difabel Inklusi Semarang Siapkan Anak Disabilitas Mandiri dan Siap Kerja

Sebarkan artikel ini
Rumah Difabel Inklusi
Anak-anak penyandang disabilitas di Rumah Difabel Inklusi saat kelas keterampilan membuat bunga dari kertas. (Foto: Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tidak banyak ruang yang disiapkan khusus bagi penyandang disabilitas setelah lulus sekolah menengah. Kekosongan inilah yang coba dijawab Rumah Difabel Inklusi, sebuah ruang belajar berbasis komunitas di Semarang yang fokus menyiapkan difabel remaja dan dewasa agar mandiri dan siap bekerja.

Pengurus Yayasan Komunitas Kinasih Inklusi, Novi Oktavia, mengatakan Rumah Difabel Inklusi mulai merintis dari komunitas kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi yayasan dalam tiga tahun terakhir.

“Awalnya hanya lima atau enam anak. Kami mulai dari komunitas, lalu berdiri sendiri perlahan. Sekarang jumlahnya sudah sekitar 26-27 peserta,” ujar Novi saat beritajateng.tv hubungi pada Kamis, 15 Januari 2026.

Berbeda dengan sekolah formal, Rumah Difabel Inklusi menerapkan konsep belajar yang santai dan humanis. Anak-anak datang pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, mengikuti berbagai aktivitas, lalu pulang ke rumah masing-masing.

BACA JUGA: Judo Inklusif di Semarang, Adijaya Judo Club Buka Jalan Prestasi bagi Atlet Difabel

“Konsepnya seperti sekolah, tapi tidak menekan. Di sini anak-anak belajar dengan hati, bukan dengan tekanan,” katanya.

Kegiatan di Rumah Difabel Inklusi terancang untuk membekali peserta dengan keterampilan hidup sehari-hari. Mulai dari baca tulis dan berhitung, menggambar, menjahit, memasak, bercocok tanam, hingga latihan motorik halus dan kasar.

“Anak-anak kami banyak yang autis, hiperaktif, dan sindrom tertentu. Jadi kegiatan disesuaikan dengan kemampuan dan relawan yang hadir,” jelas Novi.

Selain keterampilan teknis, pembelajaran kemandirian menjadi fokus utama. Peserta dilatih menyapu, mengepel, mencuci piring, membersihkan sayur, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Kalau mau masak, ya harus cuci piring. Kami ajarkan tanggung jawab. Itu bekal penting kalau nanti mereka bekerja,” ujarnya.

Rumah Difabel Inklusi Semarang Siapkan Anak Disabilitas Dewasa Masuk Dunia Kerja

Rumah Difabel Inklusi secara khusus menampung difabel usia remaja hingga dewasa, mayoritas lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Usianya ada yang 20-an sampai 34 tahun. Setelah lulus SMA mereka mau ke mana? Nah, di sinilah kami masuk,” kata Novi.

Ke depan, yayasan menargetkan peserta bisa tersalurkan ke dunia kerja sesuai kemampuan masing-masing, seperti cleaning service, asisten dapur, atau pekerjaan sederhana lainnya.

“Kami gembleng terus sampai benar-benar bisa. Kalau sudah siap, baru kami dorong untuk kerja,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan literasi keuangan sederhana, seperti mengenal uang, menabung, hingga menghitung hasil kerja.

“Kami ajari menabung, mengenal nilai uang. Pernah juga tabungan dibuka untuk kebutuhan bersama, itu jadi pembelajaran,” imbuh Novi.

BACA JUGA: Akui Diri Bapak Difabel Jateng, Ahmad Luthfi Pastikan Kuota Lowongan Kerja Dua Persen untuk Disabilitas

Novi mengakui mendampingi difabel dewasa bukan perkara mudah. Butuh kesabaran, konsistensi, dan pemahaman karakter masing-masing peserta.

“Tantangannya berat, tapi setiap selesai mengajar rasanya hati penuh. Ada kebahagiaan yang tidak bisa kami bandingkan dengan apa pun,” tuturnya.

Selain keterampilan dan kegiatan harian, Rumah Difabel Inklusi juga rutin mengadakan olahraga setiap Jumat sebagai bagian dari pembentukan kesehatan fisik dan mental.

Bagi Novi, Rumah Difabel Inklusi bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang aman bagi difabel dewasa untuk berinteraksi, berkembang, dan mempersiapkan masa depan secara mandiri.

“Harapan kami sederhana, anak-anak ini bisa hidup mandiri dan berkarya dengan caranya sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp