Jateng

Tanah Bergerak di Jangli Semarang Sejalur Sesar Aktif, ESDM Jateng: Banyak Mata Air dan Jalan Patah

×

Tanah Bergerak di Jangli Semarang Sejalur Sesar Aktif, ESDM Jateng: Banyak Mata Air dan Jalan Patah

Sebarkan artikel ini
Tanah Jangli | 15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau lokasi tanah geser di Kampung Skip, Jangli, Tembalang, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Fenomena tanah bergerak di wilayah RT 7/RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, diduga berada pada jalur patahan atau sesar aktif yang satu tarikan dengan kawasan Gombel.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengatakan secara geologi wilayah Jangli masuk dalam satu zona struktur yang membentang dari barat hingga selatan Kota Semarang.

“Yang Jangli itu memang masuk Formasi Damar, tapi juga ada Formasi Kerek yang keluar di situ. Formasi Kerek itu ada lempung yang muncul di daerah tersebut,” ujar Agus saat beritajateng.tv hubungi via panggilan WhatsApp, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut berada pada jalur patahan yang membentang lurus dari wilayah Sampangan hingga Sigar Bencah.

BACA JUGA: ESDM Jateng Soroti Pembangunan Pakuwon Mall Semarang di Gombel Lama: Rawan Tanah Bergerak

“Daerah itu memang jalur-jalur perpatahan yang satu tarikan garis lurus mulai dari Sampangan, naik Dewi Sartika, lewat Untag, Unika Soegijapranata, menyeberang tol, kemudian Gombel, lalu Jangli yang jalan baru itu, terus tembus sampai Sigar Bencah,” jelas Agus.

Menurutnya, indikasi jalur sesar aktif tersebut terlihat dari sejumlah tanda fisik di lapangan.

“Kalau lihat dari indikasi-indikasi kelurusan, banyak mata air yang keluar di sepanjang jalur itu. Kemudian jalan yang betonan tiba-tiba patah atau berbeda ketinggian. Itu salah satu ciri wilayah yang terkena struktur sesar,” tegasnya.

Tanah Lempung dan Curah Hujan Tinggi Picu Rayapan di Jangli

Agus menyebut, tipe gerakan tanah di Jangli termasuk kategori rayapan atau creeping, yakni pergerakan tanah secara lambat. Ia menjelaskan, pergerakan tersebut terpengaruh oleh kombinasi kondisi morfologi, litologi berupa lempung, serta curah hujan tinggi.

“Kalau di Jangli itu tipe gerakan tanahnya rayapan, jadi tidak langsung longsor besar, tapi bergerak pelan-pelan. Lempung itu punya porositas, bisa menyerap air, tapi sulit melepaskan air. Kalau terus-menerus kena air, dia jenuh, mengembang, lalu mudah bergerak,” ujar Agus.