SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan dengan intensitas lebat selama hampir lima jam melanda wilayah Ungaran dan sekitarnya, Kamis, 12 Februari 2026 siang. Kondisi ini memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik, termasuk di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur.
Di perumahan tersebut, dua rumah warga mengalami kerusakan serius. Rumah milik Imam Ruswahyudi (46) di Blok C No. 17 mengalami jebol pada tembok bagian belakang. Tembok tersebut tak kuat menahan debit air yang mengalir deras dari lereng perbukitan di belakang rumah.
Akibatnya, air bah masuk ke dalam rumah dan merendam sejumlah perabot sebelum mengalir keluar melalui pintu depan menuju jalan perumahan.
BACA JUGA: Terdampak Curah Hujan Tinggi, Jalan Penghubung Ungaran Timur–Banyumanik Amblas
Tak jauh dari lokasi tersebut, aliran air yang sangat deras mengakibatkan jalan utama Blok C amblas sedalam hampir 2 meter dengan panjang sekitar 5 meter. Lantai teras rumah milik Suparti (54) ikut amblas, menyebabkan pagar rumahnya tampak menggantung.
Suparti menuturkan, insiden jalan amblas terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. “Debit air di saluran drainase melonjak drastis dan meluap ke jalan, diperparah kiriman air dari rumah Pak Imam yang temboknya jebol,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui Kamis sore.
Tanggapan soal Bencana Hidrometeorologi di Perumahan Griya Bukit Jati Asri Ungaran
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, yang meninjau lokasi kejadian, menyatakan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama. Namun, ia juga menyoroti kapasitas saluran air lingkungan yang sudah tidak memadai.
“Ini menjadi evaluasi bersama. Kita harus kaji apakah salurannya perlu diperbesar atau cukup dinormalisasi untuk penanganan jangka panjang,” jelas Bondan.
Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tri Biantoro, melaporkan bahwa hujan lebat kali ini memicu bencana di beberapa titik di Ungaran Timur dan Barat. Selain di Kalirejo, tanah amblas juga terjadi di Desa Kawengen, serta talud ambrol di Desa Lerep, Ungaran Barat, yang sempat menutup akses jalan.
BACA JUGA: Jalan Provinsi Penghubung Kabupaten Semarang-Grobogan Amblas 1 Meter, Lalu Lintas Tersendat
“BPBD telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Di Griya Bukit Jati Asri, kami bersama unsur Polres Semarang juga telah melakukan penanganan darurat,” tegas Alexander.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menambahkan bahwa pihaknya telah menurunkan personel untuk membuat saluran dan penampungan air darurat di belakang perumahan. Hal ini dilakukan karena ketiadaan drainase di lereng bukit yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.
“Kami menyiagakan 61 personel dalam Tim Siaga Bhayangkara. Saya juga menginstruksikan para Bhabinkamtibmas untuk terus memantau wilayah binaan masing-masing mengingat potensi bencana masih tinggi,” pungkas AKBP Ratna. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





