SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan puasa ayyamul bidh tidak serumit yang kita bayangkan. Caranya sangatlah mudah hampir sama dengan melaksanakan puasa pada umumnya.
Hanya saja yang menjadi pembeda yaitu waktu pelaksanaannya ketika hari putih saja, tepatnya pada saat rembulan bersinar terang. Kapan hari putih tersebut? yaitu pada setiap tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas di bulan Hijriah.
“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.” (HR Bukhari)
BACA JUGA: Puasa Arafah di Arab dan Indonesia Bakal Beda? Ini Kata Kemenag
Bagi kamu yang masih bingung bagaimana cara melaksanakannya, simak informasi lengkapnya berikut. Di sini kami akan bagikan informasi seputar tata cara hingga bacaan niatnya.
Puasa Ayyamul Bidh
Cara melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh serupa dengan puasa lainnya, yaitu dengan menahan diri dari segala pembatal puasa. Seperti makan, minum, dan hawa nafsu lainnya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Puasa ini dilakukan dengan niat sebagai ibadah yang ditujukan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun niat untuk melaksanakan puasa tersebut yaitu,
Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala.
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta’ala.”
Secara umum, puasa tidak hanya merupakan ibadah yang mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan kesejahteraan mental.
BACA JUGA: Ibarat Puasa Satu Tahun, Ini Tata Cara Puasa Syawal
Bagi umat Muslim, melaksanakan puasa secara rutin, baik puasa wajib maupun sunnah, dapat membawa kebaikan bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Ibadah seperti sholat, puasa, hingga haji, masing-masing memiliki pahala yang sangat besar dan dapat mengangkat derajat kemuliaan kita sebagai hamba di hadapan Allah.
Bahkan, kita tidak dapat memperkirakan seberapa besar pahala yang diterima, karena hanya Allah yang mengetahui dengan pasti.
Demikianlah informasi seputar puasa ayyamul bidh mulai dari niat hingga cara melakukannya. (*)





