Jateng

Minat Masyarakat Berangkat Umroh Meningkat, Amphuri Jateng: Naiknya Harga Minyak Dunia Jadi Tantangan

×

Minat Masyarakat Berangkat Umroh Meningkat, Amphuri Jateng: Naiknya Harga Minyak Dunia Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
pidato pamit haji | umroh masyarakat | Umrah Backpacker
Ilustrasi orang hendak berangkat umroh atau haji. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Minat masyarakat mengikuti ibadah umroh kian meningkat. Menurut Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh (Amphuri), Endro Dwi Cahyono, kenaikan tren ini kembali seperti sebelum pandemi Covid-19.

Meskipun menunjukan kenaikan, namun ada tantangan yang mesti biro perjalanan umroh hadapi. Salah satunya harga minyak dunia yang melonjak.

“Minat umroh masyarakat saat ini bagus. Banyak sekali peminatnya, kembali seperti masa sebelum pandemi, meskipun tantangan saat ini adalah harga minyak dunia yang tinggi. Itu berpengaruh terhadap harga tiket pesawat dan hotel-hotel saat ini harganya juga naik,” ucap Endro, Selasa, 1 Agustus 2023.

BACA JUGA: Penerbangan Langsung Semarang-Madinah Buka Lagi Per 1 Agustus, Amphuri Jateng Khawatirkan Penggunaan Pesawat Carter

Melonjaknya harga minyak dunia tak lantas menyurutkan minat masyarakat mengikuti ibadah umroh. Hal ini dibenarkan langsung oleh Endro.

“Paket umroh itu sudah tidak semurah sebelum pandemi, tapi sejauh ini minat dan antusias masyarakat masih terjaga,” ujarnya.

Masyarakat bisa berangkat umroh mulai awal Agustus 2023

Menurutnya, jemaah yang ingin pergi umroh sudah dapat berangkat mulai awal Agustus, terlebih musim Haji telah usai. Endro menyebut, terdapat beberapa jemaah dari Jateng pun sudah berangkat ibadah Umroh selepas musim Haji.

Menyoal biaya di tengah kenaikan harga minyak bumi, Endri menyebut angka Rp 29 juta sebagai biaya umroh yang wajar. Meskipun begitu, Endri mengungkap, sangat mungkin bila suatu biro umroh mematok harga di bawah Rp 29 juta. Namun baginya, ada hal-hal lain yang tentunya dikorbankan.

“Kalau untuk harga yang wajar, hotelnya juga tidak terlalu jauh dari Masjid, paling enggak Rp 29 juta. Kalau ada yang menawarkan di bawah Rp 29 juta bisa, tapi itu hotelnya pasti akan jauh dari Masjid. Dan masyarakat harus menyiapkan fisiknya. Jangan sampai di sana drop fisiknya malah sakit,” paparnya.

BACA JUGA: Hendak Berangkat Haji atau Umroh? Ini Contoh Pidato Pamit Haji dalam Walimatussafar, Mudah dan Penuh Makna

Adapun harga Rp 29 juta itu, bagi Endri, tergolong meningkat daripada biaya umroh saat sebelum pandemi Covid-19 melanda. Terkait visa keberangkatan umroh, pihaknya meyakinkan tak ada kendala lagi.

“Sebetulnya harga Rp 29 juta kalau zaman sebelum pandemi Rp 23 atau Rp 24 juta. Naiknya Rp 6 jutaan kurang lebih. Karena sekarang sudah selesai hajinya, ini visanya sudah lancar. InsyaAllah tidak ada masalah selama tidak ada force majeure,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp