KEDIRI, beritajateng.tv – Beberapa terakhir ini masih ramai di sosial media kasus meninggalnya santri dari Pondok Pesantren Al Hanafiyah Kediri. Dalam kasus tersebut pihak keluarga menduga bahwa meninggalnya sosok Bintang Balqis Maulana lantaran korban aniaya oleh santri lainnya.
Dugaan tersebut semakin kuat usai terungkap adanya sebuah pesan whatsapp yang sempat korban kirimkan kepada keluarga. Dalam pesan tersebut sekilas menunjukkan bahwa korban merasa tidak betah dan ketakutan selama berada di pondok pesantren.
Berikut ini isi pesan yang korban kirimkan kepada pihak keluarga sebelum meninggal dunia.
Santri Kediri Meninggal Dunia
“Cepat ma sini, aku takut. Cepat sini… aku takutt ma..” Tulisnya.
Sayangnya, pihak keluarga tidak terlalu merespon pesan yang korban kirimkan tersebut. Menurut keterangan dari salah satu keluarga, kabarnya korban berinisial BBM ini tidak pernah menceritakan sedikitpun mengenai masalah yang ia alami selama di pondok pesantren.
Sang kakak bernama Mia juga menceritakan bahwa adiknya tersebut selalu terdiam meski teman yang lainnya berbuat nakal. Ia juga menambahkan bahwa adiknya pernah cerita mengenai beberapa temannya yang suka membully namun memilih untuk tidak melawan.
BACA JUGA: 5 Fakta Terungkap Usai Tewasnya Salah Satu Santri di Kediri, Almarhum Sempat Mengirimkan Pesan
Dalam ceritanya tersebut, korban mengaku bahwa sering mendapatkan pukulan lantaran dianggap jarang melaksanakan ibadah sholat. Tak hanya itu, korban sering kali harus melakukan sesuatu terlebih dahulu sepertihalnya berbagai aktifitas yang berhubungan dengan pondok pesantren.
Dari situlah, teman-teman senionya mulai jengkel lantaran melihat tinggah korban sehingga terjadi pemukulan berulang kali. Hal ini juga terbukti ketika keluarga menemukan berbagai luka lebam pada beberapa bagian tubuh korban.
Sampai saat ini, pihak polisi menetapkan bahwa ada 4 tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut. Keempat tersangka tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut sembari menunggu hasil visum.
“Untuk 4 tersangka sementara yaitu saudara MN 18 tahun pelajar kelas 11 alamat Sidoharjo, kemudian saudara MA 18 tahun kelas 12 alamat Kabupaten Nganjuk, kemudian AF 16 tahun alamat Denpasar Bali dan AK 17 tahun alamat Surabaya.” kata Kapolres Kediri kota AKBP Bramastyo Priaji.
Demikianlah isi pesan yang sempat korban kirimkan kepada pihak keluarga sebelum akhirnya meninggal dunia. (*)





