SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) viral lantaran menampilkan gaya hidup mewah di media sosial.
Mahasiswa Undip tersebut umumnya memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial dan sering kali membagikan gaya hidup mewah. Mulai dari bergaji dua digit, membeli barang mahal, hingga menonton konser musik.
Viralnya gaya hidup mahasiswa penerima KIP-K viral dari akun X (Twitter) @undipmenfess. Sejumlah netizen membongkar mahasiswa Undip yang menyalahgunakan beasiswa KIP-K.
Sebagai informasi, beasiswa KIP-K khusus bagi mahasiswa yang tidak mampu. Sayangnya, banyak penerima beasiswa ini yang tidak tepat sasaran.
BACA JUGA: Viral Sejumlah Mahasiswi Undip Bergaya Elit Tapi Dapat KIP Kuliah, Ada yang Selebgram Pula!
Menanggapi kabar tersebut, Manajer Layanan Terpadu dan Humas Utami Setyowati, menjelaskan jika proses penerimaan mahasiswa KIP-K di Undip sudah sesuai dengan ketentuan. Mulai dari mekanisme pendaftaran, verifikasi dan penetapan.
Ia menegaskan jika mahasiswa penerima sudah mengikuti peraturan. Yaitu berdasarkan Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2024.
“Sudah terlaksana monitoring dan evaluasi secara periodik atas penerima KIPK oleh Undip dan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan,” katanya saat beritajateng.tv konfirmasi, Rabu, 1 Mei 2024.
Selain itu, Utami mengungkapkan jika pihak kampus juga rutin melakukan pemantauan secara berkala kepada setiap mahasiswa penerima KIP-K. Adapun Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan yang melakukan proses monitoring dan evaluasi tersebut.
Undip panggil mahasiswa viral
Lebih jelas, setelah mahasiswanya viral lantaran penerima KIP-K tapi bergaya hidup mewah, Utami mengaku telah melakukan verifikasi dan wawancara kepada mahasiswa bersangkutan.
“Sudah ada tindak lanjut baik berupa pemanggilan maupun survei ke tempat tinggal penerima yang diduga menerima KIPK,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil verifikasi, kata Utami, Undip akan mempertimbangkan kelanjutan pemberian bantuan KIP-K kepada mahasiswa terkait.
Terakhir, Undip tidak bertanggung jawab atas segala konten yang mahasiswanya unggah. “Segala konten yang diunggah mahasiswa diduga penerima KIPK adalah tanggung jawab pribadi,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





