SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini, viral sebuah video menunjukkan Ketua RT, Ketua Posyandu dan sejumlah warga menggeruduk salah satu rumah warga di Genuksari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Penggerudukan tersebut setelah warga Genuk, Semarang tersebut mengkritik kualitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ntuk balita. Ia menilai makanan dari posyandu tersebut kurang bergizi.
Warga Semarang yang bernama Ika Purnama Sari tersebut menyoroti isi PMT dari Posyandu tersebut, yakni hanya terdapat satu buah pisang sebagai makanan real food.
Adapun video tersebut dinggah melalui media sosial Instagram @infokejadian_genuk.
BACA JUGA: Viral Jalur Penyelamat di Sigar Bencah Semarang Terlalu Curam, Ini Kata Pengamat Transportasi
Unggahan tersebut menuai tanggapan dari berbagai pihak termasuk RT dan kader Posyandu.
Dia berharap, kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Namun, respons yang ia terima justru berlawanan dengan harapannya.
Lurah Genuksari, Yatno, mengatakan bahwa hal tersebut terjadi saat pihak RT dan kader Posyandu mengunjungi rumah pengunggah video, Ika.
Namun kunjungan pertama tersebut tidak menemui titik temu dan justru menimbulkan ketegangan.
Pihaknya datang bersama kader-kader dan Bu RW. Sebagai pemangku wilayah, Yatno meminta maaf bila makanan PMT untuk balita kurang berkenan atau memang kurang bergizi.
“Ini menjadi koreksi kami untuk ke depannya agar bisa memberikan makanan yang lebih bergizi untuk balita,” ujar Yatno.
Lurah Yatno menegaskan, pihaknya terbuka terhadap kritik yang membangun demi peningkatan pelayanan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ika, penggugah video tersebut sangat mengapresiasi sikap yang ditunjukkan oleh Lurah dan Kepala Puskesmas.
BACA JUGA: Viral Parkiran Motor FK Unnes Urut Merek dan Warna, Tukang Parkir: Biar Rapi Kayak Showroom Dealer
Terkait PMT, Lurah Yatno menjelaskan, selama ini pemberian makanan tambahan rutin di lakukan setiap hari Minggu dengan anggaran Rp 350 ribu untuk 20-25 balita.
“Untuk ke depannya, kami akan meninjau ulang jenis makanan yang diberikan agar lebih bergizi, termasuk pemberian buah dan susu,” tambahnya.
Lurah Genuksari juga mengklarifikasi program PMT ini memang terkhususkan untuk balita, bukan untuk anak-anak yang lebih besar. (*)





