BLORA, beritajateng.tv – Warga Kelurahan Tempelan, Kecamatan/ Kabupaten Blora, Jawa Tengah gempar dengan adanya temuan mayat di depan agen bus, Kamis 26 Juni 2023.
Sosok mayat paruh baya itu tergeletak tak bernyawa di depan lapak agen bus di Bloram
Pusat oleh-oleh khas kota Blora di Blok T ini, mendadak ramai dengan penemuan sosok mayat tersebut.
Temuan mayat di depan agen bus di Blora ini, kuat dugaan korban meninggal karena memiliki penyakit asma akut.
Penemuan korban oleh warga sudah dalam kondisi tak bernyawa. Lurah Tempelan Sri Darminingsih membenarkan peristiwa tersebut, ia mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas pada pukul 14.30 WIB.
“Tadi pukul setengah tiga, bapak Bhabinkamtibmas saya, menelpon bahwa di Blok T ada yang meninggal, tapi bukan warga Tempelan. Saya selaku kepala wilayah ke lokasi untuk cek kebenarannya. Dan memang benar ada yang meninggal tapi warga Cepu bukan watga Tempelan, berada di Blok T dalam keadaan meninggal dunia”, ungkapnya.
Menurutnya ia datang ke lokasi audah ada petugas kesehatan dari Puskesmas, bersama petugas dari Polsek Blora Kota, sedang melakukan pemeriksaan.
“Ini terjadi siang hari, dan banyak saksi yang menyatakan bahwa keterangan beberapa saksi posisi korban dalam keadanan sakit”, imbuhnya.
Sedikit informasi, korban bernama Wakijan (62) warga Dukuh Ngareng, Kelurahan/Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Temuan mayat di depan Agen Bus akibat sakit
Penemuan mayat oleh warga sudah dalam kondisi meninggal dunia. Polisi menemukan sejumlah obat asma di sebelah mayat korban beserta identitasnya.
“Informasi punya penyakit akut, masalah pernapasan asma. Jadi obat obat ada, Ia sering berobat, tau tau tadi meninggal dunia”, jelas AKP Yuliyanto Kapolsek Blora Kota.
Menurut Kapolsek bahwa korban adalah seorang gelandangan. “Dulu Wakijan adalah tukang becak, namun karena memiliki penyakit asma. Ia tidak mampu mengayuh becak lagi. Sehingga akhirnya Wakijan di kenal sebagai gelandangan di sini “, kata AKP Yulianto.
Korban kemudian di bawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Soetidjono Blora. ambil menunggu pihak keluarga korban datang ke RSUD dr Soetidjono Blora. (*)
Editor: Elly Amaliyah






