BLORA, beritajateng.tv – Sebuah destinasi wisata kampung durian di Dukuh Nglawungan, Desa/Kecamatan Tuinjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini tergolong legendaris.
Ini lantaran sebelum menjadi destinasi wisata kampung durian tahun 2017 oleh Pemerintah Desa di Blora. Penduduk setempat sudah menanami lahannya dengan pohon durian. Dan para penduduk ini mewarisinya dari para leluhurnya terdahulu.
Konon katanya setiap tahun sekali saat musim panen. Para penduduk mengadakan sedekah terlebih dahulu berupa nasi ingkung atau nasi tumpeng dengan ayam bakar utuh. Dengan harapan agar hasil panennya melimpah.
BACA JUGA: Alunan Lesung di Kampung Samin Warnai Puncak HPN 2023 Blora
Untuk nguri-uri budaya kearifan lokal itu, Kepala Desa setempat tetap melaksanakan sedekah tersebut hingga sekarang. Sedekah itu bernama sedekah Durian.
Yasir, Kepala Desa Tunjungan mengatakan sedekah durian yang berlangsung ini, oleh penduduk setempat sebelumnya hanya nasi ingkung saja.
Oleh Yasir kali ini berbeda, selain nasi ingkung yang warga sediakan, ada puluhan durian hasil panen di kampung durian yang tersedia untuk hajatan bersama.
“Kita mengundang beberapa tamu, selain dari Pemerintah Kabupaten Blora. Seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dan Forkopimcam. Serta warga dan para pengunjung untuk ikut merasakan sedekah Durian ini,” ujar Yasir.
Kampung Durian Blora
Harapannya, kata Yasir, agar nantinya para tamu undangan setelah merasakan durian. Bisa getok tular atau ikut mempromosikan wisata kampung durian yang ada di Desanya.
“Untuk rasanya berbeda-beda tergantung variannya. Ada durian saru, durian mentik dan lainnya. Di sini setiap pohon memiliki nama sendiri-sendiri, sesuai peninggalan para leluhur dahulu,” jelas Yasir.
Untuk harganyapun terjangkau, mulai dari sepuluh ribu sampai empat puluh ribu rupiah. Ada juga seratus ribu dapat lima, dan rasanya sudah bisa kita nikmati.
Menurut Yasir, setiap warga memiliki lahan peninggalan dari leluhurnya rata-rata seluas 2000 meter. Di kampung durian ini, ada sekitar 30 warga, sehingga total lahan di kampung durian Blora kurang lebih 30 hektar. (*)
Editor: Elly Amaliyah





