SEMARANG, beritajateng.tv – Kegiatan minum es teh dengan peserta dan titik terbanyak atas inisiasi calon legislatif (caleg) PKS Dapil Jateng 1 DPR RI, Agung Budi Margono, berhasil memecahkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
Tiga ribu orang secara serentak mengikuti kegiatan tersebut di 20 titik di mana penganugerahaan berlangsung di Jalan Trunojoyo X, Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu, 14 Januari 2024 pagi.
Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka, mengatakan bahwa Agung BM telah berhasil memprakarsai sekaligus menyelenggarakan kegiatan pemecahan rekor dunia yakni minum es teh di 20 titik serentak dengan total 3 ribu peserta.
Selain penciptaan rekor baru, kata Paulus, kegiatan kali ini juga sekaligus membantu UMKM di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, serta Kota Salatiga.
BACA JUGA: Bisnis Es Teh Pinggir Jalan Merebak di Kota Semarang, Begini Tanggapan Guru Besar FEB Undip
“Semoga dengan apa yang beliau lakukan ini harapannya menjadi inspirasi dan membanggakan, mengagungkan dunia dan menjadi penggerak bagi pelaku ekonomi kita terus tumbuh. Karena, UMKM adalah suatu modal bagi negara untuk membiayai bangsa dan negara melalui kegiatan UMKM dan usaha,” ujarnya selepas penganugerahan.
Paulus menjelaskan, Rekor Minum Es Teh ini adalah rekor pertama yang LEPRID anugerahkan. Sebelumnya, LEPRID telah mencatat 869 rekor serupa, antara lain Rekor Minum Kopi dan Rekor Minum Susu.
“Filosofinya, menjelang pemilihan Legislatif, Mas Agung mengajak kita yang lagi panas-panasnya menyaksikan suhu politik di Indonesia dengan minum es teh. Hati kita menjadi adem dan suasana baik dalam kemanusiaan,” lanjutnya.
Usung jargon ‘Nge-Es Teh Sik Ben Adem’
Sementara itu, Agung BM menuturkan, ia memilih tema es teh tentu bukan tanpa alasan. Bahkan, ia memiliki tiga alasan kuat mengapa memilih kegiatan meminum es teh.
Yang pertama, Agung BM menilai es teh merupakan simbol dari ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. Menurutnya, nyaris di tiap jalan di Kota Semarang terdapat pedagang es teh.
“Kreativitas di masyarakat UMKM yang harus kita dorong dan apresiasi. Kemudian kita beli agar bisa naik omzet dan memperbesar usahanya. Sehingga, mudah-mudahan menjadi percontohan bagi pembeli,” imbuhnya.
BACA JUGA: Awas! Ini Bahaya Konsumsi Es Teh Berlebihan saat Cuaca Panas, Bisa Timbulkan Penyakit Kronis
Lebih lanjut, alasan kedua adalah, krisis ekonomi yang sekarang terjadi membuat semua pihak harus bahu membahu membantu para UMKM, salah satunya dengan membeli es teh. Harapannya, kata Agung, pemecahan rekor ini bisa berbagi dengan masyarakat dan menjadikan program minum es teh terealisasi dengan baik.
Terakhir, Agung BM sendiri memang mengusung jargon ‘Nge-Es Teh Sik Ben Adem’ dalam kampanye-kampanyenya. Maka dari itu, Rekor Minum Es Teh dengan peserta dan titik terbanyak ia harapkan mampu membuat situasi masyarakat menjadi lebih adem.
“Suasana politik sedang panas-panasnya sehingga kita harus menjaga persatuan. Dan lebih penting, Indonesia harus tetap bersatu, kokoh dengan cara adem, sabar dengan sebuah ambisi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





