SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mempercepat atau mendukung proyek desalinasi di pesisir Jawa Tengah.
Hal itu Luthfi sampaikan dalam sambutannya saat menghadiri Rakerwil dan Pelantikan Pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jawa Tengah di Hotel Padma, Kota Semarang, Senin, 13 Oktober 2025 sore.
Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam acara itu, sekaligus resmi dilantik sebagai Ketua DPW PAN Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Luthfi menyebut panjang pantai di Jawa Tengah 97 kilometer yang meliputi 17 kabupaten/kota.
Kepada Trenggono, Luthfi menyampaikan pihaknya tengah menunggu proyek desalinasi atau penghilangan kadar garam dalam air untuk menjadi tambak di pesisir Jawa Tengah.
“Dan mohon maaf, mohon izin kepada Pak Menteri sekaligus Ketua DPW PAN, pantai kita panjangnya 97 kilometer, meliputi 17 kabupaten/kota, menunggu desalinasi dan menunggu air tawar kita untuk menjadi tambak-tambak yang sudah 60 persen kita [lakukan] Pak Menteri,” ujar Luthfi.
BACA JUGA: Tinjau SPPG Jebres, Ahmad Luthfi Minta Penerbitan SLHS di Jateng Dipercepat
Menurut pengakuannya, ada 72 hektare lahan tambak yang siap untuk diinvestasikan di pesisir Jawa Tengah.
“Kami juga dengan para bupati di 17 kabupaten sudah hitung, 72 hektar siap memenuhi investasi,” jelas Luthfi.
Pada kesempatan itu, Luthfi meminta Trenggono untuk mempercepat proses desalinasi. Tujuannya, kata Luthfi, agar investasi segera masuk ke wilayahnya.
“Mohon izin, Pak. Sehingga Jawa Tengah dengan harapan mempunyai daya saing kepada provinsi lain, karena Jawa Tengah adalah Jawa Tengah, yang tidak boleh kalah dengan Jawa-Jawa lainnya,” ujar dia.
Luthfi paparkan capaian Jawa Tengah, sebut dirinya ‘manajer marketing’ yang tawarkan investasi
Tak hanya menyoroti soal desalinasi, Luthfi juga memaparkan capaian pembangunan ekonomi Jawa Tengah.
Ia menegaskan, keberhasilan itu bukan hasil kerja satu orang, melainkan kolaborasi lintas sektor dari pusat hingga desa. Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyinggung peran partai politik terhadap pembangunan Jawa Tengah.
“Kita tidak sendiri, tidak one man show, tidak Superman, namun super tim bersama-sama kolaborasi dengan pemerintah pusat, kita jabarkan dari provinsi, kabupaten/kota sampai desa. Termasuk di dalamnya civitas akademika, wartawan, potensi masyarakat, partai politik yang di dalamnya itu membangun Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Mantan Kapolda Jawa Tengah itu menekankan, kolaborasi tersebut mampu menjaga stabilitas politik dan menghapus ego sektoral di wilayahnya.
“Dengan kerja-kerja kolaboratif ini diharapkan tidak ada suatu ego sektoral di wilayah kita guyub rukun gemah ripah loh jinawi, itulah Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain itu, Luthfi menyebut dirinya berperan sebagai “manajer marketing” Jawa Tengah. Pihaknya mengaku aktif menawarkan potensi investasi ke berbagai daerah hingga luar negeri.
“Sehingga secara tidak langsung maka tugas gubernur sebagai manajer operasional menawarkan wilayah. Jadi manajer marketingnya Jawa Tengah ya saya ini, Pak. Kami jualan Jawa Tengah itu ke mana-mana, tidak hanya antarprovinsi bahkan ke luar negeri,” ungkapnya.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, menurutnya, saat ini berada di angka 5,98 persen, lebih tinggi dari nasional. Investasi yang masuk mencapai Rp59,7 triliun dengan 65 persen berasal dari luar negeri.
“Yang paling besar adalah beberapa negara di antaranya adalah Singapura, China, kemudian dan lain sebagainya. Tugas-tugas ini yang kita lakukan kolaborasi sehingga Jawa Tengah tumbuh berkembang,” katanya.
Selain itu, tingkat pengangguran juga turun, dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen. Jumlah masyarakat miskin ikut berkurang.
“Kami sampaikan kepada para bupati//walikota bagaimana jabaran daripada RPJN Nasional kita jabaran menjadi RPJMD kemudian kita jabarkan kepada para bupati walikota sampai ke tingkat desa,” lanjutnya.
Target selesaikan infrastruktur tahun 2025, Luthfi akui siap swasembada pangan 2026
Lebih jauh, Luthfi juga menegaskan target pembangunan di masa kepemimpinannya, yakni tahun 2025 difokuskan untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur, sementara tahun 2026 menjadi momen menuju swasembada pangan.
“2025 infrastruktur kita habiskan, 2026 swasembada pangan sebagai proyek nasional yang kita lakukan,” ujarnya.
Luthfi menyebut target produksi pangan, dalam hal ini padi, di Jawa Tengah mencapai 11 juta ton. Saat ini capaian produksi sudah menyentuh 8 juta ton.
“Di Jawa Tengah hari ini targetnya adalah 11 juta ton Pak Menteri. Hari ini sudah 8 juta ton Jawa Tengah mampu melaksanakan,” kata dia.
BACA JUGA: Melalui Program Speling, Pemprov Jateng Upayakan Pemerataan Layanan Kesehatan
Ia memastikan, pengendalian alih fungsi lahan menjadi kunci keberhasilan. Revitalisasi pertanian dilakukan bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN untuk memastikan lahan produktif tetap terjaga.
“Tentu kita sudah melakukan beberapa inovasi-inovasi kreatif begitu bekerja sama dengan Pak Menteri ATR BPN yang di antaranya tidak boleh di wilayah kita sampai kabupaten/kota revitalisasi lahan alih fungsi,” ujar Luthfi.
Jawa Tengah, lanjutnya, merupakan lumbung pangan nasional nomor dua setelah Jawa Timur dengan kontribusi 16,5 persen terhadap produksi pangan nasional, khususnya gabah dan beras.
“Termasuk potensi-potensi desa kita lakukan,” pungkas Luthfi. (*)
Editor: Farah Nazila






