Jateng

Bandara Ngloram: Dari Bangunan Megah Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Blora

×

Bandara Ngloram: Dari Bangunan Megah Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Blora

Sebarkan artikel ini
bandara ngloram
Bandara Ngloram di Blora, Jawa Tengah. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tvBandara Ngloram terus berbenah agar tidak hanya menjadi “bangunan megah tanpa aktivitas.” Meskipun penerbangan komersial reguler sempat terhenti, bandara ini tetap berupaya untuk mengoptimalkan keberadaannya dan memberikan manfaat nyata bagi kawasan timur Jawa Tengah serta perbatasan Jawa Timur.

Kepala Bandar Udara Kelas III Dewadaru, Dr. Haribowo Lesmono, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan optimalisasi Bandara Ngloram.

“Kita ingin bandara ini bukan hanya sekadar ada, tetapi benar-benar hidup dengan aktivitas. Untuk itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar optimalisasi ini bisa terwujud dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Bandara Ngloram kini aktif mendukung kegiatan aeromodelling dan aero education yang melibatkan komunitas, sekolah, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini tidak hanya menjaga aktivitas bandara tetap hidup, tetapi juga memperkenalkan dunia aviasi sejak dini.

BACA JUGA: Teken Kerja Sama, Bandara Ahmad Yani dan Hipmi Jateng Dorong Peningkatan Ekonomi

Selain itu, Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi kini menjadikan Bandara Ngloram sebagai satelit base. Penerbangan dengan pesawat latih dari kampus penerbangan nasional ini menjadikan bandara ini pusat pendidikan aviasi.

Salah satu agenda besar adalah menjadikan Ngloram sebagai bandara feeder umroh. Untuk merealisasikannya, dukungan dari kabupaten sekitar seperti Rembang, Ngawi, Bojonegoro, Grobogan, dan Tuban sebagai hinterland penumpang sangat diperlukan. Sama halnya dengan keterlibatan Gubernur Jawa Tengah, biro travel umroh, dan stakeholder penerbangan lainnya.

Bandara Ngloram terus menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti program padat karya, senam sehat forkopincam, dan kerja sama charter flight. Kegiatan ini penting untuk menjaga aktivitas di bandara dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Optimalisasi juga untuk membuka rute perintis, seperti rute Sumenep-Ngloram, serta perpanjangan landasan agar dapat melayani pesawat berbadan lebih besar. Ini akan membuka peluang lebih besar untuk penerbangan reguler dan charter ke berbagai destinasi.

BACA JUGA: Usai Malaysia, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Peluang Rute Baru ke Vietnam, Thailand, dan China

Meskipun berbagai langkah telah terlaksana, Bandara Ngloram tidak dapat berdiri sendiri. Dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Khususnya Gubernur, pemerintah daerah sekitar, biro perjalanan umroh, operator maskapai, AirNav, hingga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan optimalisasi tersebut terwujud.

“Bandara ini bukan sekadar pintu udara, melainkan pintu harapan. Jika semua stakeholder bergerak bersama, Bandara Ngloram akan tumbuh menjadi bandara regional yang aktif, berkelanjutan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Dr. Haribowo Lesmono. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp