Viral

Begini Kronologi soal Menu PMT Viral Versi Ketua RT, Kader Posyandu Syok dan Tertekan

×

Begini Kronologi soal Menu PMT Viral Versi Ketua RT, Kader Posyandu Syok dan Tertekan

Sebarkan artikel ini
Video viral seorang warga Genuk protes soal PMT makanan balita dari posyandu. (Instagram/@infokejadian_genuk)
Video viral seorang warga Genuk protes soal PMT makanan balita dari posyandu. (Instagram/@infokejadian_genuk)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perselisihan soal menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) posyandu di Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang ramai di media sosial.

Keriuhan itu berawal dari seorang warganet bernama Ika Purnama Sari yang memprotes PMT yang berisi hanya makan ringan berupa wafer stik cokelat dan biskuit.

Menanggapi keramaian itu, Ketua RT 04 setempat, Sulis akhirnya buka suara. Ia membantah jika disebut membentak dan melabrak Ika akibat protesnya di sosial media.

Ia mengaku memang datang ke rumah Ika bersama sejumlah pihak lainnya. Maksud dan tujuan kedatangan itu, kata dia, untuk menanyakan kejelasan dan bertanya kenapa Ika tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke kader posyandu yang tahu jelas permasalahannya.

“Jawabannya malah gini ‘percuma ngomong sama orang-orang seperti itu tidak nyelesaikan masalah, ngomong sama pemerintah nggak ada solusinya’ kalau gitu kira-kira gimana emosinya naik nggak,” kata Sulis saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 15 November 2024.

BACA JUGA: Viral Warga Semarang Dibentak Ketua RT usai Kritik Makanan Tambahan Balita dari Posyandu

Mendapat sambutan yang kurang mengenakkan, Sulis mengaku agak tersulut emosinya. Meski begitu, ia berusaha menenangkan diri.

“Dia bilang datang grudukan. Saya kesana, istri saya selaku yang ngurus posyandu, apakah salah kalau klarifikasi. Ada beberapa orang lain yang juga pengurus posyandu. Kok dibilang grudukan,” sambungnya.

Kader posyandu kini syok dan tertekan

Lebih jauh, Sulis sendiri sebagai Ketua RT 04 merupakan pengurus posyandu yang Ika permasalahkan. Posyandu bahkan menempati rumah pribadinya untuk kegiatan-kegiatannya.

Tiap bulannya, Sulis dan istri mengurus berbagai persiapan kegiatan posyandu tanpa bayaran sepeserpun. Mulai dari persiapan meja kursi, hingga administrasi.

Kejadian ini membuat Sulis dan istri cukup terkejut. Selain itu, kader-kader posyandu lain juga cukup syok dan mendapat tekanan mental.

“Itu orang e angel sama warga. Dia nggak mau dikasih masukan. Sebelum mengunggah pun belum ada konfirmasi ke RT atau posyandu,” ucap Sulis.

Atas kejadian ini, Sulis mengaku ia sebenarnya tak anti kritik. Sebagai ketua RT, ia sudah biasa menghadapi permasalahan warga. Hanya saja, ia cukup menyayangkan langkah Ika dalam memviralkan masalah ini di sosial media.

BACA JUGA: Viral Warga Kritik Menu PMT Posyandu di Semarang Kurang Bergizi untuk Balita, Ini Isi Makanannya

Menurutnya, para kader dan pengurus posyandu saat ini masih kebingungan dan ketakutan. Terutama sang istri yang merupakan ibu posyandu.

“Semua kader terutama RT 5 bingung, tanya ke saya dan istri saya, mereka takut dipenjara. Ibaratnya mereka sudah mau rela berkegiatan, tiba-tiba viral karena pemahamannya berbeda, itu kasihan,” tandas Sulis. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp