SEMARANG, beritajateng.tv – Beragam peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Syaban menjadi bukti keistimewaan bulan tersebut. Tidak mengherankan jika berbagai tradisi khas turut hadir untuk menyambut kedatangannya.
Di sejumlah daerah di Indonesia, salah satu tradisi yang cukup populer adalah berkumpul bersama sambil menikmati hidangan secara ramai-ramai.
Tradisi ini bertujuan mempererat persatuan antar warga agar terhindar dari rasa iri dan dengki.
BACA JUGA: Ramadhan Sebentar Lagi, Berikut Daftar Tempat Nongkrong yang Recommended untuk Buka Puasa
Dalam ajaran Islam, ketika memasuki bulan Syaban anjuran bagi umat Islam yakni memperbanyak amalan sunnah, seperti membaca Surah Yasin, berpuasa, serta melaksanakan berbagai perbuatan baik lainnya.
Berikut bacaan doa buka puasa Nisfu Syaban lengkap dengan niatnya.
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Arab latin: Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang”.
Bacaan Niat Puasa
Puasa Nisfu Syaban berlangsung pada tanggal 15 Syaban. Apabila Nisfu Syaban jatuh pada hari tertentu, maka pelaksanaan puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam pada hari tersebut.
Pada tahun 2026, 15 Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Dengan demikian, umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan puasa sunnah Nisfu Syaban pada tanggal tersebut.
BACA JUGA: Kapan Awal Puasa Ramadhan Tahun 2026? Begini Tahapan dalam Menentukannya
Sebagaimana ibadah puasa pada umumnya, puasa Nisfu Syaban wajib diawali dengan niat.
Niat puasa sunnah dapat dilakukan mulai dari malam hari hingga sebelum masuk waktu zawal atau saat matahari tergelincir, selama belum melakukan perbuatan yang membatalkan puasa.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ نِصْفِ شَعْبَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: “Nawaitu shauma yauma nisfi sya’bâna sunnatan lillâhi ta’âlâ.”
Artinya: Saya niat puasa sunah Nisfu Syakban karena Allah Taala. (*)





