Peristiwa

Bocil Tegal Digigit Ular Welang Koma Nyaris Sepekan Kini Meninggal: Bisanya Lebih Bahaya dari Kobra

×

Bocil Tegal Digigit Ular Welang Koma Nyaris Sepekan Kini Meninggal: Bisanya Lebih Bahaya dari Kobra

Sebarkan artikel ini
ular welang Weling
Ilustrasi gigitan ular. (Foto: jsshospital.in)

TEGAL, beritajateng.tv – Muhammad Manggala Araya, seorang bocah berusia 8 tahun, hingga kini masih dalam kondisi koma setelah digigit ular welang.

Peristiwa tragis ini terjadi di rumahnya di Dukuh Benda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, enam hari yang lalu.

Meskipun telah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soeselo, Slawi, Kabupaten Tegal, kesehatan bocah ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Direktur RSUD dr. Soeselo, Guntur M. Taqwin, menyatakan pasien dalam perawatan di ICU dan masih dalam kondisi koma.

Berbagai dokter spesialis, termasuk spesialis anak, anestesi, bedah, dan neurologi, terlibat dalam menangani kasus ini.

BACA JUGA: Cegah Masuk ke Rumah, Inilah 5 Aroma Pengusir Ular

Menurut Guntur, gigitan ular welang lebih berbahaya daripada ular kobra karena bisa yang menyerang saraf.

“Sampai saat ini, pasien masih belum sadar. Tim medis berupaya memberikan yang terbaik,” ungkap Guntur pada Selasa, 17 September 2024.

Menurutnya, ular welang memiliki bisa yang lebih mematikan daripada kobra. Pada umumnya, korban gigitan kobra hanya memerlukan dua field sabu neuron untuk sembuh.

Namun, dalam kasus ini, 15 field sabu neuron telah diberikan, namun belum berdampak positif bagi kondisi pasien.

BACA JUGA: Jangan Panik! Begini Cara Cegah dan Atasi Ular Masuk Rumah

Selain itu, pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk membantu keluarga Muhammad yang mengalami kesulitan biaya.

Guntur menegaskan pemerintah terus berupaya membantu meskipun bocah tersebut tak terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan yang optimal,” tambah Guntur.

Pihak rumah sakit juga terus memantau kondisi Muhammad setiap hari dan memberikan perawatan terbaik untuk memaksimalkan kesembuhan.

Akan tetapi, usai enam hari koma di ruang PICU RSUD dr. Soeselo, Arya dinyatakan telah meninggal dunia pada Rabu, 18 September 2024 sekira pukul 09.35 WIB. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp