Ekbis

Curhat Pengelola Hotel Terkait Dampak Efisiensi, Pendapatan Turun-Karyawan Terancam Dirumahkan

×

Curhat Pengelola Hotel Terkait Dampak Efisiensi, Pendapatan Turun-Karyawan Terancam Dirumahkan

Sebarkan artikel ini
hotel semarang // efisiensi anggaran
General Manager The Wujil Resort & Conventions, Ahmad Solela saat beritajateng.tv jumpai. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Siap- siap, kebijakan efisiensi anggaran di pemerintahan bakal memberikan dampak yang sangat signifikan bagi bisnis hospitality dan mice industry.

Pasalnya kegiatan pemerintahan menjadi salah satu pendukung pendapatan dari bisnis yang selama ini lebih familiar dengan core bisnis convention hotel tersebut.

Hal tersebut terungkap dari General Manager The Wujil Resort & Conventions, Ahmad Solela, yang beritajateng.tv konfirmasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin 17 Februari 2025.

Pria yang akrab dengan sapaan “Abah” ini mengungkapkan, untuk Januari masih tertolong oleh peak season. Mulai dari tahun baru, libur panjang dan tahun baru Imlek yang pangsa pasarnya memang cenderung kalangan corporate dan leisure.

Hanya saja di bulan Februari 2025 ini target yang harus pihaknya capai memang cukup tinggi. Hampir Rp 3,8 miliar setelah Februari tahun lalu target pendapatan bisa menutup di angka Rp 3,6 miliar.

BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, Beberapa Rangkaian HUT Kabupaten Semarang ke-504 Berpotensi Batal

Di bulan Februari tahun 2025 ini, para pemesan potensial, termasuk acara pemerintahan, yang harusnya datang itu tidak ada.

“Makanya kami akan cukup struggle (berjuang keras) di bulan Februari ini,” katanya.

Sebab, lanjutnya, jika melihat data sampai pertengahan di Februari ini, masih kurang dari Rp 1,5 miliar. Sementara di tanggal yang sama sudah mencapai Rp 2,5 miliar lebih.

Bahkan, masih ungkap Abah, semua event di bulan Ramadhan biasanya bakal dimajukan satu bulan sebelumnya, atau untuk tahun ini di bulan Februari.

Karena Maret sudah masuk Ramadhan. Tetapi sampai dengan saat ini belum ada pesanan potensial yang sudah masuk, tidak seperti sebelumnya.

Bahkan di kalangan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) maupun Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) juga sudah mulai mengeluhkan kondisi ini.

Banyak event yang harusnya sudah dilaksanakan akhirnya harus dibatalkan. “Artinya dampak langsung kepada bisnis hotel juga sangat terasa, termasuk di The Wujil sendiri,” kata Abah.

Ia sendiri masih pesimis dan kemungkinan besar di bulan Februari tahun ini tidak akan menutup target. Pangsa potensial yang sangat di harapkan adalah dari kegiatan pemerintahan.

BACA JUGA: Siapkan Tim Transisi untuk Atur Efisiensi Anggaran, Ahmad Luthfi: 20 Februari Sudah Running Program

Sedangkan untuk bulan Maret 2025, lanjut Abah, demand dari pemerintahan juga masih kosong. Sehingga upaya untuk mencari pangsa potensial di luar pemerintahan pun harus mencari sampai ke mana- mana.

Abah juga mengaku untuk saat ini sedang memutar otak, dengan revenue (pendapatan) yang terus menurun, otomatis bakal ada efisiensi.

Efisiensi yang paling ia takutkan adalah dari sisi pemangkasan karyawan dan ini yang sudah akan dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha bidang perhotelan dan properti di kota yang lain.

Mulai dari pekerja yang dirumahkan dan sebagainya. “Untuk saat ini di The Wujil kita masih berusaha keras mencari pemasukan sampingan agar tetap menghidupi semua karyawan kita,” tegas Abah. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp