SEMARANG, beritajateng.tv – Bagi Fissilmi “Silmi” Salsabilla, news anchor atau presenter merupakan profesi yang cukup prestise. Bukan hanya soal pendapatan, menurutnya presenter bertanggung jawab untuk menyajikan acara atau program kepada publik dengan sempurna.
Sejak kecil, Silmi, sapaan akrabnya, sudah memiliki cita-cita ingin menjadi presenter TV.
“Salah satu hal yang cukup aku gemari adalah menjadi seorang public speaker. Salah satunya news anchor atau presenter,” tutur Silmi kepada beritajateng.tv, Kamis, 20 Juni 2024.
Saat ini, perjalanannya menjadi presenter terkenal mungkin masih panjang. Namun, perempuan kelahiran Denpasar itu mulai merajut mimpinya satu per satu.
Pasalnya, di tengah kesibukannya kuliah, Silmi bekerja paruh waktu sebagai presenter di TVKU, stasiun televisi milik Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Uniknya, Silmi bukan hanya menjadi presenter biasa. Sejalan dengan program studinya, Silmi menjadi seorang presenter yang membawakan berita dengan Bahasa Inggris dalam program T-News.
BACA JUGA: Geluti Public Speaking, Erie Tan Jadikan MC sebagai Seni dan Terapi Diri: Healing dengan Mikrofon
“Menjadi news anchor tentunya akan membantu untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan kamera dan juga di depan banyak orang. Hal itulah yang membuat aku sangat tertarik dalam bidang ini,” ucapnya.
Silmi mengaku, seluruh materi perkuliahannya benar-benar mampu mengasah kemampuannya dalam tampil di depan kamera. Misalnya saat ia diharuskan presentasi dan speaking class.
Bahwasanya, kata Silmi, hal yang harus dikuasai oleh presenter adalah cara bersikap dan berkomunikasi. Tak ketinggalan, juga kepercayaan diri.
Menurutnya, menjadi presenter perlu banyak latihan dan juga percaya diri yang cukup tinggi. Sebelum siaran, ia bahkan masih harus sering berlatih. Baginya, practice makes perfect.
“Satu hal yang perlu di-highlight adalah berbicara di depan kamera jauh lebih sulit dibandingkan berbicara di depan banyak orang,” bebernya.
Selain jadi presenter, Silmi aktif juga di perkuliahan
Selain bekerja paruh waktu menjadi presenter, Silmi juga aktif dalam banyak kegiatan di dalam perkuliahannya. Ia bahkan menjabat Ketua Umum di Himpunan Bahasa Inggris (HMBI) Udinus.
Menurut mahasiswi angkatan 2021 itu, aktif berorganisasi memberikan banyak dampak positif dalam kehidupannya. Seperti mendapat relasi dan pengalaman.
“Dengan ikut kegiatan kemahasiswaan, bisa bertemu mahasiswa lain dengan bermacam-macam latar belakang, melatih soft skill atau hard skill yang mungkin tidak bisa kita dapatkan dalam perkuliahan formal,” ucapnya.
Selain aktif berorganisasi, Silmi juga tak melupakan akademik perkuliahannya. Ia bahkan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH).
Bersama timnya, ia mengajukan judul ‘Heghes dan Boster dalam Debat Calon Presiden Indonesia untuk Membangun Citra Kandidat’. Akhirnya, tim yang ia ketuai berhasil lolos sampai tahap pendanaan.
Ke depannya, Silmi berharap dapat semakin aktif mengeksplorasi berbagai kesempatan dan meraih cita-citanya. Ia berkomitmen untuk memanfaatkan waktu dengan baik selama masa perkuliahan.
“Faktanya, perkuliahan yang ternyata empat tahun ini tidak akan terasa lama. Waktu dapat berjalan dengan sangat cepat dan manfaatkanlah waktu untuk membangun diri agar siap untuk memasuki langkah kehidupan yang selanjutnya,” ujar Silmi memungkasi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





