Viral

Diduga Konsumsi Kecubung, 3 Pelajar Demak Sempat Tersasar di Hutan Jepara, Begini Ceritanya

×

Diduga Konsumsi Kecubung, 3 Pelajar Demak Sempat Tersasar di Hutan Jepara, Begini Ceritanya

Sebarkan artikel ini
Kecubung
Ilustrasi kecubung. (Foto: Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tiga pelajar asal Demak akhirnya ditemukan setelah sempat hilang di hutan wisata Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara. Ketiganya menurut dugaan mengalami kebingungan akibat mengonsumsi minuman berbahan buah kecubung sebelum tersesat.

Ketiga pelajar itu yakni Satria Adi P (15), Iqbal Fajar Ali (15), dan Muhammad Zulfa Afrianto (15).

Menurut Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, pencarian berlangsung setelah laporan masuk pada Kamis, 12 Desember 2024 pukul 18.00.

Barang bukti seperti sepeda motor, jas hujan, tas, dan seragam sekolah warga temukan di sekitar warung di kawasan hutan wisata. Kondisi ini memicu warga setempat untuk membantu pencarian.

Satria Adi P berhasil ditemukan Kamis malam pukul 21.30 di jalan setapak bagian timur lokasi parkir.

BACA JUGA: Teror ‘Arwah’ Rukmini, Warga Demak Rutin Gelar Doa Bersama di Makam Korban

“Saat kami temukan, dia hanya mengenakan celana dalam,” kata Arwin, beberapa waktu yang lalu.

Selanjutnya, penemuan Muhammad Zulfa terjadi pada Jumat, 13 Desember 2024 pukul 02.00 dini hari di tepi jalan Desa Lebuawu. Warga mencurigainya karena tak membawa identitas dan berperilaku aneh.

“Dia tercium bau alkohol, dan cara bicaranya sering berubah-ubah,” imbuh Arwin.

Pencarian terakhir menemukan Iqbal Fajar Ali, Jumat pagi pukul 06.07, sekitar 100 meter dari lokasi penemuan seragam.

BACA JUGA: Teror Suara Tangis dan Penampakan, Warga Demak Desak Polisi Ungkap Kasus Kematian Wanita

Setelah berhasil terevakuasi, ketiga pelajar langsung dibawa ke Puskesmas Batealit untuk pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi mereka stabil dan selanjutnya masuk penanganan Polsek Batealit.

Dari keterangan Satria, mereka mengonsumsi minuman dari buah kecubung sebelum menuju Jepara. Minuman ini dugaannya menjadi penyebab mereka kehilangan orientasi.

“Efeknya membuat korban linglung dan tersesat di hutan,” jelas Arwin.

Sementara itu, barang-barang temuan yang berserakan tersebut antara lain termasuk surat izin sekolah atas nama Satria, dan kini telah polisi amankan sebagai barang bukti. (*)