SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah menyambut baik rencana pendirian Museum Fotografi Indonesia di gedung bekas Jiwasraya, kawasan Kota Lama Semarang.
Hadirnya museum berskala nasional itu teryakini bakal memperkaya destinasi wisata, sekaligus juga memperkuat posisi Kota Lama sebagai kawasan cagar budaya.
Apresiasi itu datang dari Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin, 3 Agustus 2026.
Hanung membenarkan, pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai rencana tersebut. Kendati begitu, ia belum memeroleh penjelasan teknis secara rinci dari pemerintah pusat.
“Sudah ada informasi [terkait pembangunan Museum Fotografi], bamun secara detail memang belum. Yang kami terima, rencana itu akan berjalan tahun ini bersama Kementerian Kebudayaan,” tutur Hanung.
BACA JUGA: Parkir Liar Rp40 Ribu Kota Lama Semarang, Pengamat Sebut Bisa Ancam Pariwisata
Hanung menegaskan, Pemprov Jawa Tengah tak terlibat langsung dalam proses pembangunan. Alasannya, kata dia, aset gedung Sriwijaya tersebut tak berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Tengah.
Meskipun begitu, Hanung memastikan Pemprov Jawa Tengah tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan museum tersebut.
“Kami dari Pemprov memang tidak terkait secara langsung, namun kami tentu menyambut baik. Ini akan menjadi tambahan destinasi di kawasan Kota Lama dan memperkaya khazanah budaya kita,” terangnya.
Lebih jauh, dalam hematnya, hadirnya Museum Fotografi Indonesia akan memperluas daya tarik kawasan Kota Lama yang selama ini telah menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.
“Kalau nanti terwujud, kawasan Kota Lama akan semakin banyak pilihan destinasi yang bisa masyarakat maupun wisatawan kunjungi,” tandas Hanung.
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud RI) bersama Danantara berencana mengubah gedung eks Jiwasraya menjadi Museum Fotografi Indonesia. Proyek tersebut terawali dengan kajian teknis untuk memastikan bangunan cagar budaya itu layak di fungsikan sebagai museum berstandar nasional.





