Jateng

Disparta Kabupaten Semarang Bakal Gelar Festival Desa Wisata 2025: Kini Ada 85, Rintisan hingga Maju

×

Disparta Kabupaten Semarang Bakal Gelar Festival Desa Wisata 2025: Kini Ada 85, Rintisan hingga Maju

Sebarkan artikel ini
Festival Desa Wisata
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Guna mengoptimalkan potensi desa wisata yang ada, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bakal menggelar Festival Desa Wisata 2025.

Salah satu tujuan dari festival itu agar desa wisata rintisan dapat berbagi pengalaman serta belajar pengelolaan dari desa wisata yang sudah lebih maju dan berpengalaman.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan saat ini di Kabupaten Semarang memiliki 85 desa wisata, mulai dari rintisan, berkembang, hingga maju.

“Tujuannya agar bagaimana desa wisata yang masih rintisan ini mau belajar dari desa wisata yang sudah lebih maju agar kelak bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” tutur Wiwin, Kamis, 11 September 2025.

BACA JUGA: Pemkab Semarang Salurkan Hibah ke 62 Lembaga Kesejahteraan Sosial: Panti Asuhan-Karang Taruna

Pasalnya, problem yang desa wisata hadapi yakni bagaimana menggali kreatifitas agar desa wisata yang sudah terwujud bisa terus bertahan dan berkelanjutan.

Sebab, kata Wiwin, tidak semua desa wisata memiliki potensi yang sama. Ada yang baru punya wisata alam tetapi belum punya produk unggulan. Ada yang cuma punya produk, tetapi tempat wisatanya belum ada. Atau barangkali baru punya budayanya saja.

“Ini yang akan kami gali dan kami petakan agar desa wisata yang ada juga bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Nantinya, kata Wiwin, 85 desa wisata yang ada di Kabupaten Semarang bakal ditampilkan untuk menunjukkan berbagai potensi masing-masing.

BACA JUGA: Mulai Sering Turun Hujan, BPBD Kabupaten Semarang Konsolidasikan Seluruh Desa Tanggap Bencana

“Karena berbagi pengalaman baik soal kreatifitas maupun manajemen pengelolaan menjadi penting. Desa wisata rintisan harus bisa memanfaatkan festival ini untuk belajar,” ungkapnya.

Terlebih, peningkatan kapasitas SDM pengelola desa wisata masih menjadi “pekerjaan rumah”. Bagi desa wisata, menurut Wiwin, kapasitas SDM menjadi sangat penting karena potensinya sudah ada.

“Alamnya indah iya, dukungan pemerintahnya juga sudah, budayanya juga kaya. Kalau kapasitas SDM-nya tidak mendukung, bagaimana desa wisata berkembang dan bertahan?” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp