Nasional

DLH Kota Semarang Sediakan 3.400 Tempat Pilah Sampah

×

DLH Kota Semarang Sediakan 3.400 Tempat Pilah Sampah

Sebarkan artikel ini
Pilah Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Bambang Suranggono bertemu dengan Kader PKK yang instens melakukan kegiatan pilah sampah di Semarang, Sabtu 19 Agustus 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyediakan 3.400 tempat pilah sampah di lingkungan masyarakat.

Upaya tersebut agar masyarakat bisa memilah sampah di Kota Semarang yang di buang ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan jika pihaknya menargetkan pengurangan sampah di masyarakat sebesar 30 persen.

Upaya yang pihaknya lakukan, salah satunya dengan mulai memilah sampah di lingkungan rumah tangga. Saat ini, pengurangan sampah sudah berada pada persentase 26,4 persen.

Bambang mengatakan ada pilot project di setiap Kecamatan untuk memilah sampah yakni dengan memberikan kantong-kantong pilah sampah di 16 RW. Bahkan DLH juga menyediakan kontainer pilah sampah.

“Jadi, di TPA sudah terpilah. Yang organik di buat pengkomposan, kegiatan pembuatan eco enzym, makanan budidaya magot. Selebihnya, residu di buang ke TPA,” kata Bambang, Sabtu 19 Agustus 2023.

Ia menjelaskan saat ini rata-rata sampah yang masuk ke TPA adalah 1.200 – 1.300 ton per hari.

Kota Semarang yang merupakan kota metropolitan membuat sampah yang di produksi juga mengalami penambahan. Hal ini karena aktivitas penduduk yang lebih dari 2,7 juta jiwa terutama pada siang hari.

“Kalau hanya warga Semarang mungkin hanya 1.000 ton per hari, tapi saat ini Semarang menjadi pusat kota untuk berkegiatan kadang bisa mencapai 1.200 ton – 1.300 ton. Mudah-mudahan pengurangan 30 persen dan penanganan 70 persen sesuai target bisa terlaksana,” paparnya.

Bambang menerangkan jika sebelumnya hanya ada 225 bank sampah. Hingga akhir Desember 2023, DLH menargetkan 1.000 bank sampah. Hingga kini sudah ada 521 bank sampah.

Ia mengatakan dengan semakin banyak bank sampah, akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pilah sampah. Ia menilai, antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam menyetorkan hasil pilah sampah ke bank sampah.

“Sampah anorganik 17 persen. Selebihnya, organik. Anorganik itu teman-teman bank sampah ngambilnya yang punya nilai ekonomi tinggi,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp