Hukum & Kriminal

Fakta Kasus Polisi Semarang Bunuh Anak Kandung: Ditinggal Ibu Belanja 10 Menit-Bayi Tak Sadarkan Diri

×

Fakta Kasus Polisi Semarang Bunuh Anak Kandung: Ditinggal Ibu Belanja 10 Menit-Bayi Tak Sadarkan Diri

Sebarkan artikel ini
Ade Kurniawan | Polda Jateng Anak
Kuasa hukum DJP saat menggelar konferensi pers terkait kasus polisi bunuh bayi, bertempat di Kantor Hukum Abdurrahman & Co, Selasa, 11 Maret 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang perempuan DJP (24) bersama kuasa hukumnya melaporkan Brigadir Ade Kurniawan ke Ditreskrimsus Polda Jateng karena dugaan pembunuhan anak di bawah umur.

Kuasa hukum korban, Alif Abdurrahman, menjelaskan kejadian bermula pada Minggu, 2 Maret 2025 lalu sewaktu DJP dan anaknya berjalan-jalan dengan Brigadir Ade Kurniawan di sekitar Pasar Peterongan.

Mereka bertiga kemudian mampir ke pasar tersebut. Alif mengatakan, DJP lantas masuk ke Pasar Peterongan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Saat itu, DJP meninggalkan korban di mobil bersama Brigadir Ade Kurniawan.

“Pukul 14.39 WIB, DJP belanja kebutuhan sehari-hari, 10 menit kemudian si ibu balik lagi ke mobil, melihat keadaan si anak awalnya tidak curiga, tapi kok bibirnya biru,” kata Alif saat konferensi pers di kantor Abdurrahman & Co, Selasa, 11 Maret 2025.

BACA JUGA: Anggota Polda Jateng Aniaya Anak Sendiri Usia 2 Bulan Hingga Tewas

Alif melanjutkan, DJP sempat mengira korban tertidur. Namun, karena melihat bibir korban biru, lantas timbul kecurigaan. Namun, Brigadir Ade Kurniawan yang ada di mobil hanya menyebut korban sempat tersedak.

“Kata Brigadir Ade Kurniawan sempat tersedak, terus ditepuk-tepuk, detik itu juga segera dilarikan ke rumah sempat dirawat masuk ke ICU RS Roemani,” sambungnya.

Lebih lanjut, Alif menuturkan bahwa korban sempat menjalani perawatan intensif di ICU RS Roemani. Namun, sayangnya nyawa korban tak tertolong hingga mengembuskan napas terakhir pada Senin, 3 Maret 2025.

“Pada 3 Maret kondisi anak terus mengalami penurunan hingga akhirnya meninggal. Pada malam harinya anak dimakamkan di Purbalingga, tempat domisili Brigadir Ade Kurniawan,” ujarnya.

Pelaku sempat kabur

Menurut keterangan rumah sakit, lanjut Alif, penyebab korban meninggal dunia ialah gagal napas. Namun, langkah yang Brigadir Ade Kurniawan ambil untuk segera memakamkan korban di kampung halamannya juga menambah kecurigaan.

Selain itu, Brigadir Ade Kurniawan juga menunjukkan gelagat mencurigakan dengan kabur dan tidak jelas keberadaannya.

“Awalnya enggak curiga, tapi Brigadir Ade Kurniawan tiba-tiba kabur, sulit dihubungi, semakin janggal,” sambung Alif.

BACA JUGA: Kronologi Anggota Polda Jateng Bunuh Bayi 2 Bulan: Cekik di Mobil Saat Ibunya Belanja

Kuasa hukum korban lainnya, Amal Lutfiansiah, menambahkan, pihaknya telah secara resmi mendampingi DJP atas perkara meninggalnya bayi yang merupakan anak kandungnya berusia 2 bulan. Pelaporan ke Polda Jawa Tengah itu pada tanggal 5 Maret 2025 lalu.

“Harapan kami ada keterbukaan informasi, ada transparansi tentang proses. Apa dosa seorang bayi baru berusia 2 bulan? Ini [pelakunya] ayah kandungnya. Harapan kami klien kami mendapat keadilan dan si pelaku,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp