SEMARANG, beritajateng.tv – Pemprov Jateng terus menggencarkan pemberian sertifikasi halal. Rumah potong hewan (RPH) pun tidak terlepas dari sorotan.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen meyakinkan pemberian sertifikasi halal, khususnya kepada UMKM se Jateng dan rumah potong hewan akan semakin mudah. Pasalnya, pemberian sertifikasi halal ini akan mendapat bantuan banyak pihak.
BACA JUGA: Sertifikasi Halal 118 Ribu Produk, Kemenag Jateng Gandeng UMKM Lewat Program Gratis Sepanjang Waktu
“Pada tahun ini dan tahun-tahun ke depan pasti akan lebih mudah. Karena apa? Pertumbuhan seperti kata Pak Rahmat Dwisaputra, RPH sudah banyak yang bersertifikat halal. Apalagi ada RPU (rumah potong unggas). Di Salatiga ada, apalagi BI sudah mendorong,” ucap pria yang akrab dengan sapaan Gus Yasin ini, Rabu 2 Agustus 2023.
Ia menambahkan, keberadaan rumah potong hewan, khususnya di Kota Semarang terus digencarkan untuk mendapat sertifikasi halal.
Menurut keterangannya, Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan Baznas dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk membuat RPH bersertifikat halal di Kota Semarang.
Tidak hanya sekadar memberikan label halal kepada rumah potong, namun pihaknya ingin memberi inovasi yang berkelanjutan. Sebagai contoh, mengemas daging sehingga bisa masyarakat konsumsi lebih lama.
“Kita bekerja sama dengan Baznas dan MAJT akan bikin RPH bersertifikat halal di Semarang. Ini baru kurasi tempat dan aturan-aturan kita siapkan. Bukan hanya RPH itu memotong saja, tetapi mengemas. Karena Baznas itu ada 75 ekor sapi, kalau dibagi secara langsung kan habis. Maka perlu kita kemas, kita kalengin supaya bisa lama penggunannya. Itu bisa menangani stunting dan kemiskinan,” pungkas Gus Yasin.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Dorong Pelaku Usaha Miliki Sertifikasi Halal
Sertifikasi halal rumah potong hewan perlu tenaga ekstra
Sementara itu, Direktur LPH LPPOM MUI Jateng, Ahmad Rofiq menyebut jumlah RPH di Jateng yang bersertifikat halal masih sedikit.





