SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bakal menata kawasan Tegalpanas, Kecamatan Bergas dan Gembol di Kecamatan Bawen.
Selain untuk menghilangkan citra negatif sebagai kawasan prostitusi, penataan kedua kawasan tersebut untuk menggerakkan kegiatan UMKM di Kabupaten Semarang.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengungkapkan, gagasan penataan kawasan Tegalpanas dan Gembol ini sebenarnya sudah muncul sejak lama.
Pada saat itu, Ngesti Nugraha masih menjabat sebagai Wakil Bupati Semarang, mendampingi Bupati Semarang, Mundjirin, beberapa tahun silam.
BACA JUGA: Pulang Retret, Bupati Semarang Ngesti Bahas PR Sinkronisasi Program Pembangunan Daerah
Di tahun 2026 nanti, rencana untuk menata kawasan Tegalpanas di wilayah Desa Jatijajar dan Gembol di wilayah Kelurahan Bawen akan diwujudkan Pemkab Semarang.
“Kedua kawasan tersebut kita siapkan menjadi pusat kegiatan UMKM,” ungkapnya, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, di Ungaran, Senin 3 Maret 2025.
Sehingga akan bisa menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus juga untuk mendukung percepatan program penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Semarang.
Hal ini juga sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jawa Tengah dalam rangka meningkatkan perekonomian di sektor UMKM.
Dengan penataan ini, masih lanjut bupati, kawasan Tegalpanas dan Gembol akan menjadi lebih bagus dan perekonomian masyarakat di kedua kawasan tersebut juga bangkit.
BACA JUGA: Sajian Iftar Nusantara Hotel @HOM Simpang Lima Semarang, Hadirkan Menu Khas Indonesia
Sebelum penataan di kedua kawasan ini, lanjut Ngesti Nugraha, Pemkab Semarang akan mengajak dialog dan diskusi bersama masyarakat setempat.
“Dengan duduk bersama ini diharapkan akan dapat dimusyawarahkan dan dicapai kesepakatan bagaiamana sebaiknya penataan yang nanti akan dilakukan,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila






