SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang diprediksi akan diguyur hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Hujan diperkirakan turun pada sore atau malam hari, mengikuti pola cuaca peralihan musim.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita Eka Wati, menyebut, saat ini wilayah Jawa Tengah secara umum mulai memasuki musim hujan. Hujan biasanya lebih dulu terjadi di wilayah pegunungan tengah sebelum menyebar ke kawasan pantura dan Jawa Tengah bagian selatan.
“Kalau yang kami lihat dari Stasiun Klimatologi, mereka sudah mengeluarkan prakiraan awal musim hujan. Jawa Tengah secara umumnya Oktober itu sudah mulai masuk musim hujan, jadi memang hampir merata hujannya,” ujar Rany saat beritajateng.tv temui di kantornya, Jumat, 17 Oktober 2025 malam.
BACA JUGA: Duh! Jawa Tengah Capai Suhu 38 Derajat Celcius, BMKG Peringatkan Bahaya Ultraviolet Ekstrem
Ia menjelaskan, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang masih memiliki potensi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari mendatang. Hujan diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari.
“Memang untuk Semarang sendiri masih ada potensi hujan ringan hingga sedang tiga hari ke depan, terutama di sore hingga malam,” tambahnya.
BMKG keluarkan peringatan dini hujan untuk sejumlah wilayah Jawa Tengah, ini daftarnya
Berdasarkan peringatan dini cuaca yang dirilis akun resmi Instagram BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang @cuaca_jateng, potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada 17-19 Oktober 2025. Seluruh wilayah tercatat dalam level “Waspada”.
Berikut prediksinya:
-Jumat, 17 Oktober 2025, wilayah terdampak meliputi: Grobogan, Blora, Kudus, Pati, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Banjarnegara, Batang, dan Banyumas.
-Sabtu, 18 Oktober 2025, wilayah terdampak meluas ke Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, Pemalang, Banjarnegara, dan Kabupaten Pekalongan.
-Minggu, 19 Oktober 2025, wilayah terdampak mencakup Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang.
Tidak ada wilayah yang masuk kategori siaga atau awas pada tiga hari tersebut.
Siang terik namun sore hujan, BMKG sebut ciri khas musim pancaroba
Lebih jauh, Rany mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai fenomena hujan beserta petir dan angin kencang yang biasa terjadi di masa peralihan musim atau pancaroba. Kondisi panas pada siang hari dapat dengan cepat berubah menjadi hujan pada sore hingga malam.
“Biasanya di musim kemarau menuju hujan seperti sekarang, siangnya panas banget, kemudian awannya berkumpul. Nah, hujannya sering turun sore sampai malam,” jelas Rany.
BACA JUGA: Musim Pancaroba, Ini Peluang Bisnis Menjanjikan yang Bisa Kamu Lakukan!
Ia menambahkan, perubahan suhu yang ekstrem juga terpengaruhi oleh dinamika atmosfer dan posisi matahari yang bergerak menuju selatan ekuator. Hal inilah yang menyebabkan udara terasa panas dan sumuk pada siang hari, kemudian terjadi hujan saat petang.
“Karakteristik perubahan dari musim kemarau ke musim hujan seperti ini sering beserta petir dan angin kencang. Itu yang perlu masyarakat waspadai,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila






