SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang terpaksa harus meninggalkan Stadion Jatidiri setelah Kementerian PUPR mengumumkan rencana renovasi stadion milik Pemprov Jateng tersebut.
Nasib serupa juga PSS Sleman alami, yang tidak dapat menggunakan Stadion Maguwoharjo karena sedang dalam tahap renovasi. CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, pun mengaku terkejut dengan kabar ini.
Meskipun demikian, Yoyok menegaskan bahwa meskipun harus kembali menjadi tim tamu di BRI Liga 1, timnya tetap akan bertarung di sisa pertandingan.
BACA JUGA: Tak Lagi Tertarik dengan Joel Kojo untuk Gantikan Fortes, Agen Pemain PSIS: Harganya Terlalu Tinggi
“Walaupun situasinya cukup sulit, kami tetap akan berjuang di sisa kompetisi dan panpel PSSI saat ini masih mencari beberapa alternatif stadion di Jawa Tengah seperti Magelang dan Solo,” ujarnya.
Yoyok mengaku sebelumnya mendengar kabar bahwa akan ada pembongkaran rumput secara total. Namun, setelah melihat langsung saat hujan deras, ternyata penyerapan air tidak maksimal sehingga lapangan menjadi banjir.
BACA JUGA: PSIS Semarang Cari Alternatif Tempat Pengganti Stadion Jatidiri yang Segera PUPR Renovasi
“Kami meminta maaf karena kami tidak dapat melanjutkan kompetisi di Jatidiri,” ucapnya.
Yoyok juga menginformasikan bahwa Jatidiri akan meenjadai lokasai pertandingan internasional Piala AFF U-16. Jika PSIS menggunakan Stadion Manahan di Solo, tampaknya peluang itu kecil.
BACA JUGA: Hindari Pinangan Klub Lain, PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Dewangga Hingga 2027
Pasalnya, Manahan telah menjadi markas baru bagi PSS Sleman bersama dengan Persis Solo. Pilihan paling realistis untuk PSIS ialah menggunakan Stadion Moch Soebroto di Magelang.
Stadion tersebut pernah Laskar Mahesa Jenar gunakan saat menjadi tim tamu sebelumnya. (*)





