SEMARANG, beritajateng.tv – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Minggu 21 Desember 2025.
Turut mendampingi Listyo yakni Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, hingga Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Pantauan beritajateng.tv, Listyo menyapa para penumpang hingga anak-anak yang hendak berlibur bersama keluarganya. Empat hari jelang hari raya Natal, stasiun Semarang Tawang pun sudah padat penumpang.
Listyo mengatakan, kunjungannya ke Stasiun Semarang Tawang guna memastikan langsung kesiapan pelayanan arus mudik dan balik Nataru, khususnya moda transportasi kereta api.
“Alhamdulillah hari ini saya berkunjung ke Stasiun Tawang untuk mendengarkan langsung dan melihat situasi pelayanan Natal dan Tahun Baru, khususnya terkait dengan arus mudik,” ujar Listyo.
BACA JUGA: Libur Nataru Jadi Momentum Emas UMKM, Anggota DPR Dorong Pelaku Usaha Maksimalkan Peluang
Ia menyebut, rangkaian pengamanan Nataru telah mulai sejak pelaksanaan apel gelar pasukan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi penanda kesiapan aparat dalam mengamankan seluruh aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.
“Sebagaimana kita ketahui kemarin, kami telah bersama-sama melaksanakan gelar pasukan. Gelar pasukan ini menandai pelayanan terkait dengan rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Listyo menjelaskan, pengamanan tidak hanya fokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga pada kegiatan ibadah Natal serta aktivitas wisata masyarakat di akhir tahun.
“Di dalamnya ada kegiatan masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan balik. Di satu sisi juga ada kegiatan ibadah yang tentunya harus diamankan, dan juga kegiatan masyarakat yang biasanya mendatangi tempat-tempat wisata,” ucapnya.
Kapolri ungkap delapan juta orang akan mudik saat libur Nataru
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kata Listyo. jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama Nataru diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan akan ada 8,83 juta orang yang mudik saat libur Nataru.
“Bapak Menhub sudah menyampaikan bahwa hasil survei dari Kementerian Perhubungan ada kenaikan 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan mudik,” jelas Listyo.
Kenaikan tersebut, lanjut dia, menjadi perhatian serius pemerintah. Arahan Presiden Prabowo Subianto pun telah pihaknya tindaklanjuti melalui rapat terbatas dan koordinasi lintas kementerian.
“Beliau [Prabowo] ingin memastikan bahwa pelayanan terkait dengan Nataru ini betul-betul bisa terlaksana dengan baik, masyarakat betul-betul bisa terlayani,” ujarnya.
BACA JUGA: Libur Nataru, Arus Lalu Lintas Semarang–Solo Padat Merayap di Bawen
Dalam kesempatan itu, Listyo turut menyinggung berbagai insentif yang pemerintah siapkan untuk memudahkan masyarakat selama periode Nataru. Insentif tersebut mencakup potongan tarif hingga fasilitas gratis pada moda transportasi tertentu.
“Pemerintah juga memberikan insentif-insentif terkait kegiatan Nataru, seperti diskon jalur tol, diskon penyeberangan kereta, dan tadi saya mendapatkan laporan ada gratis untuk pengangkutan motor,” kata Listyo.
Menurutnya, insentif tersebut harapannya memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menegaskan, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang relatif aman dan dapat masyarakat pilih selama libur Nataru.
“Ini kita harapkan menjadi hal-hal yang memudahkan masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk mendapatkan alternatif-alternatif perjalanan. Kereta api jadi salah satu pilihan mudik yang paling aman selama ini, tentunya ini juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi






