SEMARANG, beritajateng.tv – Tampaknya musim hujan tengah warga Tanah Air tunggu-tunggu belakangan ini. Sebab, panas hingga kekeringan melanda di beberapa daerah dengan cukup signifikan. Bahkan, kabarnya di Jawa Tengah mulai terjadi permasalahan seperti harga beras naik hingga berkurangnya persediaan air karena musim panas yang menimbulkan kekeringan di berbagai daerah.
Kabar baiknya, wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya BMKG prediksi akan memasuki awal musim hujan pada bulan November 2023 mendatang. Hal ini pun merupakan pengumuman dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim hujan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia tidak kompak atau bersamaan.
Melansir dari laman BMKG, Dwikorita selaku kepala BMKG menyatakan bahwa akhir kemarau dan awal musim hujan tahun 2023 di Tanah Air akan berbeda waktu dengan daerah lainnya. Meski begitu, wilayah di Jawa Tengah diprediksi akan mulai hujan ringan pada Oktober 2023. Selain itu disusul hujan intensitasi tinggi pada November 2023 mendatang.
BACA JUGA:Curah Hujan Juni Sangat Sedikit, BMKG Jateng Imbau Waspada Dampak Musim Kemarau
Adapun musim hujan di Jawa Tengah ini memiliki hubungann dengan peralihan angin timuran atau angin dari Benua Australia. Angin tersebut biasa orang sebut sebagai Monsun Australia yang akan beralih menjadi angin barat atau Monsun Asia.
Umumnya, Angin Monsun Asia akan membawa uap-uap air dari Samudera Pasifik di sekitar Benua Asia. Disinyalir uap dari Samudera Pasifik akan menjadikan timbulan awan gelap sehingga hujan akan turun dalam intensitas tinggi.
Karena hal tersebut, Dwikorita memprediksi bahwa usia musim kemarau di tahun 2023 ini lebih lambat dari tahun 2022 lalu. Terlebih, angin timuran dari Australia masih terlihat sangat aktif hingga akhir November 2023 mendatang. Sehingga, musim basah di Jawa Tengah tampaknya akan mundur beberapa bulan dari musim-musim sebelumnya.
Wilayah Indonesia yang BMKG Prediksi Akan Alami Musim Hujan
Desember 2023 mendatang BMKG prediksi akan menjadi bulan di mana intensitas hujan tinggi terjadi. Sementara, di bulan November juga akan terjadi awal hujan, namun hanya dalam intensitas yang sedang. Hal ini terjadi karena angin barat dari Benua Asia diprediksi melambat datang. Angin Benua Asia ini lah yang biasa menyebabkan intensitas hujan di tanah air tinggi.
BACA JUGA:Sebut Suhu Dingin Malam Hari saat Puncak Kemarau Wajar, BMKG Jateng Ungkap Alasan Ini
Secara umum, semua wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada November 2023. Namun, kemungkinan juga wilayah Indonesia bagian barat akan memasuki musim basah tersebut lebih awal.
Beberapa wilayah yang BMKG prediksi mengalami musim hujan dengan sifat di bawah normal mencakup sebagian kecil Sumatera Utara, Lampung bagian selatan, sebagian kecil Banten, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur bagian selatan, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah bagian utara, Papua Barat bagian selatan, dan Papua bagian barat.
Sementara itu, BMKG juga menyebut bahwa zona musim hujan sudah masuk di bulan September 2023 ini. Yakni meliputi sebagian besar Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat bagian tengah, sebagian kecil Provinsi Kepri dan sebagian besar Aceh.(*)






