SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus anak terserang penyakit atau gondongan di Indonesia melonjak drastis dalam beberapa bulan terakhir ini.
Melansir dari Antara, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa laporan kasus gondongan mencapai 6.000 kasus lebih.
Gondongan merupakan pembengkakan kelenjar parotis yang disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus. Kelenjar parotis berfungsi untuk memproduksi air liur dan terletak tepat di bawah telinga. Saat terjadi gondongan, bagian sisi wajah pengidap akan tampak membesar.
Adapun virus gondongan ini menyebar melalui percikan air ludah (droplet) yang pengidap keluarkan saat batuk ataupun bersin.
BACA JUGA: Kembangkan Alat Deteksi Penyakit Mata, Siswi SMAN 3 Semarang Raih Juara 3 Kontes Saintek di China
Virus ini bisa menyebar dalam waktu singkat, hanya beberapa hari, sehingga perlu melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari gondongan.
Setelah seseorang terinfeksi virus penyebab gondongan, ini gejala yang mungkin penderita alami:
1. Nyeri sendi dan otot, termasuk saat mengunyah atau menelan makanan.
2. Demam tinggi alias suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius.
3. Nyeri perut.
4. Penurunan nafsu makan.
5. Tubuh mudah lelah.
6. Sakit kepala.
7. Mulut kering.
Lantas, bagaimana cara pencegahan gondongan yang bisa dilakukan?
Pencegahan gondongan bisa dengan pemberian imunisasi MMR sejak masa kanak-kanak. Vaksin umumnya diberikan saat anak berusia 1 tahun dan perlu diulang sekali lagi pada usia 5 tahun.
BACA JUGA: Geger Anak Kena Penyakit Ginjal, Dokter Ini Ungkap Cara Deteksi Susu Murni dan Susu Jadi-jadian
Pada orang yang belum mendapatkan vaksin saat kecil, gondongan bisa dicegah dengan menjaga kebersihan tangan dan memakai masker saat bepergian (terutama jika menggunakan transportasi umum).
Pengidap gondongan sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah, setidaknya lima hari setelah gejala muncul, untuk mencegah penularan virus ke orang lain.
Orang tua juga bisa menjaga anak-anaknya dari penyakit ini dengan memastikan anak untuk tak menukar-nukar alat makannya.
Pastikan juga untuk mengajak anak membersihkan tangan dengan sabun antiseptik di air mengalir. (*)





