Jateng

Kenapa di Jateng Panas Ekstrem? BMKG Ungkap Alasannya, Semarang Tembus 38 Derajat

×

Kenapa di Jateng Panas Ekstrem? BMKG Ungkap Alasannya, Semarang Tembus 38 Derajat

Sebarkan artikel ini
Semarang Kemarau | Panas Jawa | cuaca semarang panas | suhu semarang | kota terpanas indonesia
Ilustrasi cuaca panas. (Sumber: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Masyarakat Jawa Tengah (Jateng) belakangan ini terusik dengan cuaca yang panas. Kondisi ekstrem ini tampaknya masih berlangsung belakangan ini, terutama di Semarang.

Sebagai informasi, di Semarang tercatat suhu panas pencapai 38 derajat celcius. Tentunya hal ini membuat orang-orang tak nyaman, apalagi yang sedang menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Karena akhir-akhir ini panas di Kota Semarang seperti ‘membakar,’ maka Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasannya.

Dari hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum sekitar 35 hingga 38 derajat celcius pada siang hari. Hal ini pun terjadi dalam periode 22 hingga 28 September 2023 ini.

Dari lama resminya, perkiraan cuaca ekstrem di Jawa Tengah bisa terjadi dengan suhu udara mencapai 35 derajat celcius. Ini pun perkiraannya terjadi di beberapa daerah seperti Batang, Blora, Brebes, Demak, Jepara, Kendal, Pemalang, Grobogan, Rembang Semarang, dan Tegal.

BACA JUGA:Musim Sedang Transisi ke Penghujan, BMKG Prakirakan Beberapa Wilayah Jateng Ini Masuki Awal Masa Pancaroba

Sebagai informasi, BMKG secara rutin mengeluarkan prediksi cuaca wilayah di Jawa Tengah beserta beberapa wilayah lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat bisa memanfaatkan informasi cuaca sesuai dengan kebutuhkan masing-masing.

Penyebab suhu panas

Terdapat beberapa faktor penyebab suhu panas di Jateng beberapa waktu belakangan ini. Beberapa faktor di antaranya adalah peralihan musim, pertumbuhan awal hingga posisi matahari.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani kondisi cerah belakangan ini tengah mendominasi sebagian besar wilayah di Indonesia. Terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara (termasuk Jabodetabek).

“Kondisi ini tentunya menyebabkan penyinaran Matahari pada siang hari ke permukaan Bumi tidak mengalami hambatan signifikan, sehingga suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik,” ujarnya dalam rilis.

Selain itu, posisi semu matahari sedang berada di selatan ekuator.

Di mana wilayah Indonesia yang berada di daerah tersebut, termasuk Jawa hingga Nusa Tenggara mendapatkan pengaruh penyinaran matahari yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.

Selain itu, pihak BMKG lainnya, Iis Widya Harmoko juga menyebut bahwa suhu panas ini akan terus berlangsung hingga Oktober 2023 mendatang. Tak terus-terusan, suhu terbilang akan turun di bulan November dan Desember.

Iis pun menyarankan agar masyarakat di Jateng, terutama Kota Semarang yang kerap melakukan aktivitas di luar ruangan memakai tabir surya. 

BACA JUGA:Kapan Musim Hujan di Jawa Tengah? BMKG Prediksi Akhir November 2023 

Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar masyarakat banyak mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp