Menthek mengaku tak merasa kewalahan selama beranjak dari Kota Semarang hingga luar kota, di tengah ramainya berbagai acara pesta demokrasi 2024 ini. Ia pun berpesan bahwa menjadi pawang hujan tak boleh lepas dari kuasa Tuhan sebagai pemberi hujan.
“Tidak ada mantra aneh-aneh, sepanjang berjalan di area yang harus saya tahan hujannya, saya melantunkan doa-doa kepada Allah. Meminta dengan tulus agar hujan tidak turun, agar acara berjalan lancar,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





