Feature

Kisah Pawang Hujan Semarang Banjir Job di Musim Kampanye, Hanya Bermodal Rokok dan Botol Air Mineral

×

Kisah Pawang Hujan Semarang Banjir Job di Musim Kampanye, Hanya Bermodal Rokok dan Botol Air Mineral

Sebarkan artikel ini
pawang hujan semarang
Pawang hujan Semarang, Santoso Joko Purnomo atau Joko Menthek saat ditemui di daerah Kedungmundu, Kota Semarang, Selasa 30 Januari 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Saya pernah gagal karena dikerjai orang, kejadiannya di luar Jawa. Lalu akhirnya saya ketemu dengan orang yang mengerjai saya itu. Saya tanya kenapa digagalkan? Ia menjawab dengan alasan tidak suka dengan orang luar yang jadi pawang hujan, katanya harus putra daerah,” terangnya.

Sementara kegagalan yang lain terjadi saat seluruh wilayah sedang dilanda hujan hebat. Melalui hal itu, Joko berpesan bahwa kita tak bisa mengelak kehendak Yang Maha Kuasa.

BACA JUGA: Datangi TKP Kasus Subang, Ini Fakta-fakta Rara Pawang Hujan yang Sempat Viral

“Satu lagi waktu itu seluruh wilayah sedang hujan. Kalau semua wilayah hujan, mau saya pindah kemana anginnya? Jadi semuanya kehendak Allah juga,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, kemarau panjang melanda Jawa Tengah dan sekitarnya. Namun, musim kemarau tak jadi penghalang bagi Joko untuk tetap mendapat job sebagai memindahkan hujan. Ia menuturkan, kehadiran orang sepertinya dalam sebuah pagelaran atau acara besar sangat penting. Lantaran tak ada yang tahu kapan hujan akan turun.

Mematok tarif Rp 1,5 juta per hari untuk Kota Semarang dan Rp 2,5 juta per hari untuk luar Kota Semarang, Menthek mengaku tak menaikkan tarifnya meski tahun politik ini ramai dengan acara kampanye.

“Saya tidak menaikkan tarif, tetapi biasanya kalau acara berjalan lancar, saya mendapat bonus oleh orang partai atau timsesnya. Bonusnya sangat lumayan lah ya,” katanya.

Tak gunakan mantra aneh-aneh

Ia bercerita pernah menjadi pawang hujan pada acara konsolidasi akbar PDI Perjuangan di GOR Jatidiri pada Agustus 2023 lalu. Tak hanya itu, pamornya juga terbukti saat menahan hujan pada acara kampanye akbar Prabowo-Gibran di Simpang Lima, Minggu, 28 Januari 2024 lalu.

“Saya ingat, sewaktu almarhum Pak Bambang Kribo, Ketua DPRD Jateng meninggal, saya mendapat kepercayaan untuk menjadi pawang hujan juga,” ujarnya.