Jateng

Krisis di UKSW Salatiga, Alumni Sosiologi Desak Rektor Dicopot dan Iklim Akademik Dipulihkan

×

Krisis di UKSW Salatiga, Alumni Sosiologi Desak Rektor Dicopot dan Iklim Akademik Dipulihkan

Sebarkan artikel ini
UKSW. (https://www.uksw.edu/)
UKSW. (https://www.uksw.edu/)

SALATIGA, beritajateng.tv – Alumni Sosiologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dari berbagai angkatan menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kampus yang dinilai tidak kondusif.

Mereka mendesak perubahan drastis demi mengembalikan iklim akademik yang sehat, adil, dan terbuka di lingkungan UKSW.

Aksi demonstrasi besar-besaran pada 5 Mei 2025, yang melibatkan mahasiswa dan tenaga kependidikan dari Fakultas Hukum, Teologi. Hingga Teknologi Informasi, menjadi bukti krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan kampus.

BACA JUGA: Usai FH, Civitas Akademika FTI UKSW Desak Rektor Hadir dan Jawab Tuntutan Mahasiswa

Alumni menilai bahwa penyebab utama gejolak ini adalah kebijakan sepihak dan tidak transparan dari jajaran pimpinan universitas.

“UKSW saat ini tidak lagi mencerminkan komunitas intelektual Kristen yang menjunjung nilai-nilai keadilan, keterbukaan, dan kebebasan akademik,” tegas Roland Dimu, Koordinator Alumni Sosiologi UKSW. Ia menambahkan bahwa pimpinan kampus gagal merespons dinamika secara dialogis.

Dalam rilis resminya, Alumni Sosiologi UKSW mengajukan lima tuntutan tegas:

  1. Pencabutan SK Rektor terkait pemberhentian pejabat struktural Fakultas Hukum yang dinilai cacat prosedur dan otoriter.

  2. Pembekuan Rektorat oleh Pembina YPTKSW karena di anggap memicu instabilitas akademik.

  3. Pemberhentian Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy dari jabatan Wakil Rektor karena di tuding menyalahgunakan kewenangan dalam pengambilan keputusan struktural.

  4. Pemberian sanksi terhadap dosen yang tidak menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan merugikan hak-hak mahasiswa.

  5. Permintaan maaf dari Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami atas kebijakan yang ternilai merugikan Civitas Akademika.

Roland menekankan bahwa tuntutan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual alumni untuk membuka ruang berdiskusi yang selama ini justru di bungkam oleh otoritas kampus.

“Kami ingin mengembalikan UKSW ke jalurnya sebagai ruang dialog dan pembentukan creative minority seperti yang di impikan para pendiri kampus ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Gelombang Aksi Mahasiswa Berlanjut di Kampus, Begini Tanggapan Rektor UKSW

Seruan “Hiduplah Garba Ilmiah Kita!” menutup pernyataan sikap para alumni sebagai simbol semangat kolektif menjaga integritas dan nilai luhur kampus. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp